Home Berita Kaum Difabel Puas Atas Pembenahan Fasum di Malioboro

Kaum Difabel Puas Atas Pembenahan Fasum di Malioboro

574
0
SHARE
Risnawati Utami (soni)

JOGJA, tiras.co – Pembangunan dan pembenahan sarana dan fasilitas umum (Fasum) di Malioboro dinilai ramah terhadap kaum difabel. Diharapkan daerah dan tempat-tempat lain di di Jogja bahkan di DIY bisa mengikutinya. Hal ini diungkapkan oleh Risnawati Utami, penyandang difabel yang juga adalah pendiri Ohana, sebuah lembaga yang fokus pada kaum difabel dan kebijakan terhadap para difabel.

“Saya pribadi salut dengan apa yang dilakukan pemkot dan pemprov di Malioboro. Terus terang ini merupakan wujud pembangunan yang telah mengimplementasikan nilai-nilai yang inklusif dan partisipatif. Kami sebagai kaum difabel merasa diperhatikan,” ujar Risnawati saat rehat dari Workshop Penyusunan Matrix Rencana Aksi Nasional (RAN) SDGs (Sustainable Development Goals, atau Tujuan Pembangunan Berklanjutan) bertajuk “Partisipasi DPO (Disabled People Organisation) dalam Penyusunan RAN SDGs di Indonesia”, Rabu (10/1/2018) di Hotel Indies Heritage, Yogyakarta.

Risnawati lebih lanjut mengatakan dirinya pribadi salut dengan apa yang telah dilakukan pemerintah daerah di Malioboro , karena sebelumnya tidak ada pembicaraan ataupun mengajak kaum difabel untuk ikut berembug dalam renovasi ini. “Tapi setelah jadi, kami melihat bahwa fasilitas yang ada sudah memberi kemudahan bagi kami kaum difabel. Sebagai bagia dari masyarakat yang harus ikut menikmati pembangunan, kami merasa tidak ditinggalkan.”

Pada bagian lain Risnawati mengatakan dalam pengisian matrix untuk SDGs, DPO akan meminta perhatian kepada negara dan pemerintah agar lebih menitikberatkan pada kemiskinan. “Dari apa yang disusun oleh Bapenas, ada 17 tujuan dan 4 pilar yang telah dibuat. Kami berharap agar terhadap kaum difabel ini poin kemisikinan harus menjadi perhatian, karena memang kaum difabel rawak kemisikinan,” ujarnya.

soni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here