Home Berita Karina KAS Tingkatkan Karya Sosial Bersama Masyarakat dan Pemerintah

Karina KAS Tingkatkan Karya Sosial Bersama Masyarakat dan Pemerintah

371
0
SHARE

SLEMAN, tiras.co – Yayasan Karina Keuskupan Agung Semarang (Karina KAS) bersama pemerintah dan berbagai lintas kelompok masyarakat akan menerusan kerjasama dalam berbagai aksi sosial. Salah satu di antaranya program penanganan risiko bencana.

Yayasan milik Gereja Katolik KAS ini berdiri sejak peristiwa gempa bumi Yogyakarta dan sekitarnya pada 2006 lalu, kini mulai memperluas jangkauan layanan lintas daerah provinsi dan lintas wilayah keuskupan. Palu dan Lombok, adalah dua daerah masih menyisakan para korban bencana alam. Beberapa keluarga masih tinggal di hunian sementara (huntara) menjadi fokus perhatian Yayasan Karina KAS di tengah merayakan hari jadinya ke 13 tahun pada 12 Juni 2019 kemarin.

Dihadiri para imam pastor, suster, seluruh staf karyawan, dan perwakilan lintas relawan tanggap bencana DIY dan Jateng, perayaan hari jadi ke 13 tahun berlangsung di Gedung Belarasa Karina KAS Jalan Panuluh 377A Pringwulung Depok, Sleman, satu tekad menggalang solidaritas bagi sesama disyukuri bersama dalam misa ekaresti dipimpin Romo Martinus Sutomo, Romo Rosarius Sapto Nugraha, dan Romo Banu Kurnianto. Acara dilanjutkan ramah tamah lintas mitra jaringan kerjasama Relawan Lingkar Merapi dan juga Jaringan Relawan Gunungkidul.

Pembina Karina KAS, Romo Banu, menyambut baik karya sosial kemanusiaan dilakukan para relawan. Karina KAS kini mulai berani menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya di Jateng dan DIY, jangkauan karya pelayanan mulai menjangkau lintas pulau.

“Semua karena nilai yang ditanamkan para pemimpin gereja dalam gerakan sosial secara turun temurun adalah Solidaritas. Ini yang patut kita rawat bersama,” katanya memberi spirit para relawan.

Ia mengingatkan, pekerjaan berbela rasa adalah pekerjaan cinta kasih mulia digerakkan oleh kekuatan spiritualitas iman (roh kudus) dalan berkarya. “Walaupun iya memang namanya Cinta itu beriringan dengan penolakan. Bisa diterima, bisa ditolak,” ujarnya mendorong ketekunan dan kerjasama dengan pemerintah.

Romo Paroki Santo Yohanes Rasul Pringwulung, Sapto Nugraha, turut mengapresiasi karya Karina KAS diberbagai daerah seperti pengolahan biogas di Boyolali yang memberikan teladan dan manfaat positif bagi masyarakat.

Di acara syukuran 13 tahun karya Karina KAS meneguhkan semangat kepedulian dan kerelawanan di berbagai daerah dengan mempererat kerjasama dengan berbagai organisasi masyarakat sosial, jaringan relawan tanggap bencana, dan pemerintah daerah setempat. Tak terkecuali, Karina KAS kini dipimpin Romo Martinus Sutomo kini mulai menginisiasi dan mendorong keberadaan paroki di Keuskupan Agung Semarang adanya jejaring kerelawanan untuk program pengurangan resiko bencana.

Karina KAS kini tengah mendampingi jaringan relawan lingkar Merapi DIY-Jateng, dan memberi perhatian beberapa wilayah Kabupaten Gunungkidul terdampak kekeringan ditengah musim kemarau dengan program penyaluran bantuan air bersih bersama jaringan relawan lintas paroki di Gunungkidul yang belum lama telah dirintis. Dua pekerjaan tersebut dilakukan Karina KAS ditengah menyelesaikan pembuatan 117 unit hunian sementara tambahan bagi korban gempa di Sigi, Palu, Sulteng dan penanganan layanan kebutuhan air bersih bagi ribuan jiwa di Lombok.

“Mohon dukungan semua pihak atas karya Karina KAS,” pungkas romo Sutomo.*/bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here