Home Berita Kapolri: Penyerang Gereja Bedog Terkait Jaringan ISIS

Kapolri: Penyerang Gereja Bedog Terkait Jaringan ISIS

450
0
SHARE
Kapolri Tito Karnavian

JOGJA, tiras.co – Kepala Polri Jenderal Mohammad Tito Karnavian mengungkapkan penyerangan Gereja Lidwina di Sleman, beberapa waktu lalu mengarah ke jaringan radikal. Kasus tersebut kini ditangani Densus 88 Mabes Polri.

Ia menyampaikan hal itu usai dialog kebangsaan di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Minggu (11/3). Penyerangan di Gereja Lidwina, Sleman, terjadi Ahad, 11 Februari 2018. Saat misa kebaktian berlangsung, pelaku penyerangan yakni S (23) menyerang sejumlah orang termasuk pastur yang sedang memimpin misa.

“Sekarang kasusnya ditangani oleh Densus 88 Mabes Polri dan ada indikasi mengarah atau terkait dengan kelompok takfiri yang merupakan jaringan ISIS,” ujar Tito.

Ia menjelaskan pelaku terkait dengan aliran radikal atau kelompok takfiri yang merupakan bagian dari ISIS. Kelompok ini tidak saja mengkafirkan orang non muslim namun orang muslim yang tidak sejalan juga dikafirkan. Kelompok itu juga pernah melakukan penyerangan sebuah masjid di Cirebon tahun 2011 silam saat jumatan.

Menurutnya penyerangan terjadi karena hingga sekarang konflik di Timur Tengah belum selesai. Indonesia terkena dampaknya, limpahan dari mereka yang pernah ikut konflik di sana. Karena itu Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla aktif membantu menyelesaikan konflik di sana karena ketika situasi di sana tenang, Indonesia juga bakal terkena imbasnya.

Pada kesempatan sama, Tito juga mengatakan pilkada serentak 2018 akan berjalan lancar. Ia menyontohkan Indonesia sudah mengalami pilkada serentak tahun 2015 dan 2017 yang semuanya berjalan aman, lancar. Ia tidak melihat potensi konflik seperti di Jakarta karena situasinya berbeda.

Di Jakarta waktu itu ada empat faktor yang menjadikan situasi memanas yakni partai di luar pemerintahan mengusung calonnya sendiri, faktor agama, masalah ketidaknyamanan dalam menyampaikan pendapat serta isu latar belakang calon.

Ia menilai 171 pilkada saat ini sangat cair karena partai di luar pemerintah bergabung dengan partai pendukung pemerintah. Mereka menjadi satu dalam koalisi dan ini membuat potensi konflik mengecil. Kendati demikian ia minta masyarakat mewaspadai isu-isu di media sosial yang kebanyakan provokatif dan hoax. Ia mengakui banyak hal positif diperoleh dari media sosial namun tidak sedikit pula yang informasinya tidak benar alias hoax.

yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here