Home Berita Kantor SAR Yogyakarta Bakal Buka Pos SAR Gunungkidul

Kantor SAR Yogyakarta Bakal Buka Pos SAR Gunungkidul

580
0
SHARE
SAR2
SAR: Para peserta Rakor Pencarian dan Pertolongan 2017 berfoto bersama di sela-sela pembukaan acara. (tiras.co/bambang sk)

JOGJA, tiras.co – Kantor SAR Yogyakarta bakal membuka Pos SAR di Kabupaten Gunungkidul. “Dengan kedudukan Gunungkidul yang relatif jauh dari Kantor SAR Yogyakarta, maka diperlukan Pos SAR Gunungkidul yang secepatnya akan kami dirikan,” kata Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Prasetya Budiarta di sela Rakor Pencarian dan Pertolongan 2017 di Yogyakarta, Senin (30/10/2017).

Rakor mengusung tema “Bersama Potensi Kita Tingkatkan Koordinasi, Kerjasama dan Sinergisitas dalam Rangka Keberhasilan Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan Terhadap Kecelakaan Penerbangan di DIY” diikuti potensi SAR, baik dari unsur TNI/Polri, bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan penerbangan di Yogyakarta dan sekitarnya.

Prasetya menyampaikan bahwa saat ini pemerintah telah membuka jalur baru penerbangan yang yang menghubungkan Jakarta-Yogyakarta-Bali. Itu tentunya keberadaan jalur baru tersebut ramai sehingga perlu adanya kewaspadaan semua pihak untuk mengantisipasi bila terjadi kecelakaan udara di jalur tersebut. Karena itu, apa pun alasannya Kantor SAR Yogyakarta harus siaga menghadapi berbagai kemungkinan terburuk.

Diakui kemungkinan buruk itu tidak diinginkan terjadi, namun semua harus siap menghadapi situasi terburuk. Sehingga jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan terhadap kecelakaan penerbangan sudah siap.

Prasetya menyampaikan, selama ini penerbangan dari dan ke Yogyakarta melalui utara Jawa atau jalur ‘whiskey four five’ sudah padat dan ramai. Terjadinya peningkatan frekuensi penerbangan jalur itu menjadikan padat. Untuk itu pada 12 Oktober lalu pemerintah membuka jalur baru yang disebut T-1, yang melintas selatan Jawa. Jalur baru ini dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan arus penerbangan di jalur utara Jawa.

Dan, jalur baru T-1 yang menghubungkan Jakarta – Yogyakarta – Bali, melalui selatan Jawa, kini mulai banyak digunakan para penerbang. Karena itu, Kantor SAR Yogyakarta yang secara undang-undang bertugas sebagai ‘leading sector’ pada proses pencarian dan penyelamatan merasa perlu untuk mempersiapkan diri menghadapi pelbagai kemungkinan di jalur baru tersebut.

Butuh Bantuan

Prasetya mengakui Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) tak dapat bekerja sendri, namun butuh bantuan dan dukungan dari seluruh potensi SAR, sesuai dengan peran dan tugas masing-masing. Baik dari unsur TNI/Polri, pemda maupun relawan-masyarakat. Sejalan dengan itu, Basarnas senantiasa terus memacu kemampuan SAR guna meningkatkan kualitas pelayanan pencarian dan pertolongan ke masyarakat.

Profesionalisme disebutkan sebagai kunci untuk melayani secara baik, karena menjamin adanya kompetensi, tanggung jawab dan akuntabilitas pelayanan SAR. Selanjutnya ditekankan, pelayanan pencarian dan pertolongan ke masyarakat bukan hanya tugas Basarnas, melainkan tugas bersama. “keberhasilan operasi SAR tak ahnya ditentukan oleh Basarnas sendiri, namun didukung unsur lain, baik TNI/Polri, pemda, relawan atau masyarakat,” akunya.

Rakor membahas penanganan kecelakaan penerbangan di wilayah DIY menghadirkan lima narasumber, di antaranya Kasubdit Pengerahan Potensi dan pengendalian Operasi Basarnas Agus Haryono, Manager Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan Kerja Perum LPPNPI (Airnac) Yogyakarta Novita Dwi Darmayani, dan Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Yogyakarta Dr I Nyoman Sukanta.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here