Home Berita Kampus UMY Tanpa Rokok

Kampus UMY Tanpa Rokok

536
0
SHARE

BANTUL, tiras.co – Prevalensi merokok pada mahasiswa baru (semester 1) UMY, sebesar 14,1% dan pada mahasiswa semester akhir sebesar 23,3%. Menimbang hal ini dan berbagai risiko yang diakibatkan oleh rokok, maka diperlukan langkah lanjut untuk menjadikan UMY sebagai kampus tanpa rokok.

Demikian disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik UMY Dr Ir Sukamta dalam workshop bertajuk “Kampus UMY Tanpa Rokok” di kampus setempat, Selasa (5/6/2018). Acara yang diselenggarakan Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) UMY ini digelar dalam rangkaian peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia.

Ketua MTCC UMY, Winny Setryonugroho PhD menilai perlunya dukungan segenap pihak UMY menerapkan pengaturan aktivitas merokok, palarangan iklan, promosi, dan sponsor rokok di lingkungan kampus setempat (tobacco advertising, promotion, and sponsorship ban). Dalam hal ini, diharapkan UMY akan menjadi pioneer bagi kampus-kampus lain di Indonesia dalam pengembangan Kampus Tanpa Rokok.

Project Director MTCC setempat dr Supriyatiningsih SpOG, Mkes menyebutkan, perokok kurang dari usia 18 tahun masih tinggi. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 40 tahun 2013 tentang Peta Jalan Pengendalian Dampak Konsumsi Rokok Bagi Kesehatan disebutkan bahwa perokok pemula remaja usia 10-14 tahun, jumlahnya meningkat dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir dari 9,5% pada tahun 2001 menjadi 17,5% . Sedangkan perokok pemula usia 15-19 tahun menurun 15,5% dari 58,9% menjadi 43,3%. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran usia perokok pemula ke usia yang lebih muda.

Framework Convention on Tobacco Control (2018) menyebutkan bahwa rokok merupakan faktor risiko utama pada penyakit tidak menular (Non Communicable Disease-NCD), seperti ganngguan jantung (cardiovascular diseases), cancer, penyakit paru kronik, dan diabetes. Selain itu, rokok juga merupakan faktor risiko penyakit infeksi, seperti tuberculosis dan infeksi saluran pernafasan bawah.

Organisasi Kesehatan Sedunia (World Health Organization/ WHO) berkomitmen untuk memerangi epidemi tembakau global (global tobacco epidemic). Dengan melakukan berbagai upaya bebas tembakau (tobacco free initiative). Salah satu di antaranya adalah strategi MPOWER yang meliputi: Monitoring tobacco use and prevention policies, Protecting people from tobacco smoke, Offering help to quit tobacco use, Warning about the dangers of tobacco, Enforcing bans on tobacco advertising, promotion and sponsorship, and Raising tobacco taxes (WHO, 2013).

UMY sendiri sejak 2011 telah menerbitkan Surat Keputusan Rektor tentang Implementasi program kampus, yaitu Bersih dan Bebas Rokok (Nomer 164/ SK-UMY/ XII/ 2011).> bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here