Home Berita Kampus Harus Beradaptasi di Masa Pandemi

Kampus Harus Beradaptasi di Masa Pandemi

32
0
SHARE
13UMY
Prof Nizam menjadi pembicara kunci. (tiras co/ist)

JOGJA, tiras.co – Masa pandemi Covid-19 hingga saat ini masih belum usai. Perguruan tinggi pun dituntut dapat beradaptasi menghadapi pandemi. Berbagai upaya harus dilakukan agar bisa beradaptasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dalam menghadapi pandemi.
Inilah yang menjadi benang merah dalam acara Webinar Abdimas 3 yang digelar Lembaga Publikasi, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Webinar mengusung tema ”Inovasi Teknologi dan Pengembangan Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat Pasca Covid-19” diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi untuk menjawab tantangan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan juga menjadi forum diskusi bagi akademisi untuk menjawab tantangan problematika masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof Ir Nizam MSc selaku keynote speaker dalam menjelaskan beberapa upaya dilakukan perguruan tinggi untuk beradaptasi menghadapi pandemi Covid-19, tentunya dengan berdasarkan Tridharma Perguruan Tinggi. Upaya tersebut di antaranya melakukan pengembangan inovasi teknologi dan teknologi informasi, serta melalui program Merdeka Belajar.
”Output yang dihasilkan dengan adanya pembelajaran daring yakni mengambil lintas prodi dan lintas kampus, adanya kegiatan relawan mahasiswa, proyek mandiri mahasiswa, riset terapan bersama dosen, penelitian dosen terutama terkait mitigasi pandemi berupa penelitian terapan dan adanya pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya saat menerangkan via daring.

Merdeka Belajar
Selain itu, adaptasi juga dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran bagi dosen melalui implementasi merdeka belajar seperti pembelajaran daring kolaboratif dan lintas disiplin, kegiatan relawan kemanusiaan mahasiswa (KKN Daring), proyek dan penelitian mandiri bersama dosen terutama untuk pemulihan sosial ekonomi.
Kemudian adanya perbaikan atau peningkatan mutu pembelajaran daring dengan metode pembelajaran asesmen, manajemen, melaksanakan pelatihan atau upgrading pembelajaran daring bagi dosen dan mahasiswa serta perbaikan model kuliah.
Selain itu juga adanya penguatan dan perbaikan platform pembelajaran dan infrastruktur jaringan yang bekerjasama dengan Kementerian Kominfo dan internet provider, serta platform webinar merah putih dan SPADA ICE Institute.
Nizam menambahkan ada pelajaran yang dapat diambil dalam menghadapi pandemi Covid-19 yakni adaptasi yang sangat cepat terhadap penggunaan teknologi pembelajaran. Pada masa seperti ini juga apapun tantangannya, kerja dari rumah tidak kalah produktif dibandingkan kerja di kantor, bahkan energi kreatif justru meningkat pada saat pandemi.
Pembelajaran yang terakhir, lebih dari seribu invensi dan inovasi dihasilkan Perguruan Tinggi serta semangat gotong royong bangkit dan kuat dalam menghadapi masa pandemi seperti saat ini.
Rektor UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto MP IPM mengatakan Perguruan Tinggi memiliki peran untuk menjawab solusi permasalahan di masyarakat khususnya dalam masa pandemi. ”Dalam menjawab tantangan, seharusnya kampus tidak berhenti melakukan diskusi dengan memikirkan dampak sosial serta solusi penanganannya. Abdimas 3 ini menjadi wadah diskusi untuk memikirkan bagaimana dan apa solusi untuk membangkitkan potensi sosial dan ekonomi yang di masyarakat,” tandasnya. yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here