Home Berita Kalapas Wirogunan: Tiga Teroris Tak Akui NKRI dan Pancasila

Kalapas Wirogunan: Tiga Teroris Tak Akui NKRI dan Pancasila

682
0
SHARE
Pemberian KItab Suci Al-Quran kepada narapidana LP Wirogunan. (tiras.co/kukuh s)

JOGJA,tiras.co- Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Wirogunan menyatakan ketiga narapidana terorisme (Napiter) yang ditanganinya tidak mengakui Pancasila dan NKRI. Bekerjasama dengan Kepolisian, proses deradikalisasi napiter dilakukan dua kali seminggu.

Kalapas Wirogunan Suherman menyatakan ketiga napi yang berada di tempatnya adalah Sali Bin Wasiyo (59) yang tersangkut jaringan teroris Poso, Fahrudin Bin Wa’Ali (38) kerabat Ali Mahmudin tersangka peledakan bom Thamrin Jakarta yang saat ini diburu Densus 88, dan terakhir Chatimul Chaosan Bin Muhammad Toyib alias Beni (38) yang terlibat dalam peledakan Glodok Jakarta Barat 2013 lalu.

“Penilaian ini kita dapatkan saat mereka kita sodori surat pernyataan mengakui NKRI dan Pancasila

sebagai ideologi tunggal. Mereka tidak mau,” jelas Suherman usai pemberian Al-Quran dalam program deradikalisasi yang dilakukan bersama Polda DI Yogyakarta Selasa (19/9/2017).

Selain tidak mengakui dasar negara, ketiga napi yang ditempatkan terpisah ini cenderung tertutup. Bahkan ajakan sholat berjamaah sering kali ditolak.
Suherman menjelaskan, ketiga napi sulit meninggalkan paham radikalisme meski petugas lapas sudah memberikan program deradikalisasi seminggu sekali. Salah satu contohnya adalah memberikan penghormatan kepada bendera Merah Putih ketiga napiter masih menolak.

Karena masih tidak mau mengakui, Suherman menyatakan Kementerian Hukum dan HAM tidak bisa memberikan remisi meskipun mereka berkelakuan baik di dalam lapas.

Selain melaksanakan program deradikalisasi di dalam lapas, Suherman juga menyatakan jajaranya juga melaksanakan program yang sama di luar lapas kepada mantan narapidana sudah bebas dan dalam pengawasan. “Untuk datanya, saya tidak menyampaikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat IV Keamanan Direktorat Intelijen Keamanan Polda DI Yogyakarta AKBP Sigit Haryadi menjelaskan program deradikalisasi kepada napi bertujuan untuk merubah pendirian dan mengakui dasar negara.

“Kami selalu berharap dari progam ini para napiter sadar bahwa apa yang mereka lakukan itu salah,” jelasnya. kukuh s

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here