Home Berita Jogja Ideal untuk Dirikan Startup

Jogja Ideal untuk Dirikan Startup

485
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Sebanyak 1200 startup dari berbagai daerah di Indonesia tampak antusias mengikuti talkshow dan sharing session dengan para pakar dan pelaku industri kreatif digital pada Bekraf Developer Day (BDD) ke-enam di Hotel Sheraton, Yogyakarta, Sabtu (3/11/2018).

Kegiatan ini digelar Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), selain menghadirkan pakar digital dan pelaku industri kreatif, juga mendatangkan para pemenang ‘Local Challenge’ yang diadakan Dicoding 2018. Ini telah melahirkan telenta-talenta baru developer di bidang aplikasi mobile/PC dan games.

Deputy Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari menjelaskan, BDD kali ini diadakan untuk menjebatani para developer dengan platform teknologi mutakhir untuk mengembangkan produk digital, khususnya di bidang subsektor aplikasi, game, dan web serta ‘internet of things’ (IoT). Ini seiring dengan tumbuh dan berkembangnya banyak startup berkualitas di Yogyakarta dan sekitarnya. “Yogyakarta tempat ideal untuk mendirikan startup,” tuturnya.

Para pemenang Local Challenge yang hadir di antaranya Aming Anjas Asmara Pamungkas. Ia menciptakan antivirus lokal menggunakan visual basic dan menjadikan pemenang ‘Made in Papua’. Lalu, Zulqfli Hedrianto Tahir mengembangkan Foodme sebuah aplikasi pesan antar makanan yang memudahkan pemilik gerai memasarkan makanan sebagai pemenang ‘Made in Celebes’. Selanjutnya, Habib Abdulah Wahyudi menciptakan game PC offline ber-genre FPS Survival Horror Zombie, yaitu Our Last Stand : The Arena menjadi pemenang ‘Made in Kalimantan’.

Menurutnya, semangat dari Timur ini, seharusnya diikuti para developer di Barat Indonesia. “Kami bangga karena acara BDD dihadiri ribuan peserta. Kami berharap semangat dari Timur ini, membawa angin baik bagi para developer di Barat Indonesia,” harap Hari di sela acara BBD.

Ia melihat banyaknya talenta di bidang kreatif serta tersedianya ekosistem pendukung yang memadai bagi tumbuhnya startup digital seperti pusat kreatif, coworking space serta inkubator dan akselerator. Karena itu, Bekraf terus berupaya mempertemukan para developer startup dengan platform teknologi digital, seperti Dicording, Google, Samsung, IBM, Microsoft, Alcatel, Line, Lintasarta, Tokopedia dan Go-Jek.

Sedangkan komunitas developer dan pelaku bisnis digital Jogja, seperti Gamelan, Creacle Stodio, Qajoo Studio, Hicca Studio, Kulina dan Niji disebutnya telah lebih dulu berkontribusi positif bagi masyaratakat lokal. Selain itu, terjadinya fasilitas seperti Jogja Digital Valley (JDV) dan Digital Innovation Lounge (DILo) Jogja juga membuat munculnya bibit-bibit baru para developer di bidang aplikasi dan game. Menurut Hari, ekosistem ekonomi digital seperti inilah yang perlu didukung secara konsisten dan berkesinambungan. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here