Home Senggang Jogja Fashion Week Ajang Leila Rouf Angkat Kain Lurik

Jogja Fashion Week Ajang Leila Rouf Angkat Kain Lurik

487
0
SHARE
IST LURIK: Koleksi Leila Rouf berupa kain lurik ditampilkan saat Jogja Fashion Week.

SLEMAN, tiras.co – Event kreatif dunia fashion di Yogykarta kembali dihelat dengan brand Jogja Fashion Week (JFW) 2019,di Jogja Expo Centre (JEC) pada 30 Oktober sampai dengan 3 November 2019 dan di Hartono Mall pada 20 sampai dengan 23 November 2019.
Peragaan busana kali ini yang diikuti puluhan desainer, mengangkat tema Sustainable Fashion Warna Indonesia.
Dalam event ini muncul sejumlah nama yang sudah dikenal di jagad fashion Jogja, namun baru kali pertama mengikuti Jogja Fashion Week. Salah satunya, Leila Rouf yang melalui brand Kaylila Lurik, denan kekhasan pada penggunaan kain tenun Jepara tile dan lurik Jogja yang diproses produksi tanpa mesin.
Leila mengangkat tema Reborn. Tema ini mewakili kelahiran kembali kain lurik dalam busana kontemporer. Lurik yang pada zaman dahulu diproduksi oleh rakyat jelata dan tidak dikenakan kaum ningrat belakangan menjadi sangat populer dan mampu menyaingi batik, kain yang identik dengan kultur bangsawan. Melalui Reborn, Leila ingin memodifikasi lurik dengan kain lain yang diproduksi di Nusantara dalam semangat memopulerkan tradisi nasional.
Di Jogja Fashion Week 2019, Kaylila Lurik berkolaborasi dengan HS Silver, salah satu perusahaan kerajinan perak terbesar di DIY. HS Silver adalah satu dari beberapa perintis usaha kerajinan perak yang kemudian menghidupkan roda perekonomian di Kotagede dan Jogja secara keseluruhan.
Fashion show di Jogja Fashion Week menampilkan busana berkonsep ramah lingkungan. Leila menjadi salah satu dari 75 desainer yang menggunakan bahan-bahan natural. Busana yang ditampilkan dalam misi kampanye ramah lingkungan ini dikaitkan dengan keberagaman kain wastra, baju daerah, adat dan budaya Indonesia yang beragam.
Lurik Jogja yang diproduksi secara manual, tanpa menggunakan mesin, adalah upaya membuat kain agar lebih ramah lingkungan. Cara-cara tradisional ini semakin digemari dan punya nilai tinggi dalam perkembangan busana Indonesia. (*/ambardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here