Home Berita Jelang Natal, Rohaniwan Kumpulkan Dana untuk Guru Honorer

Jelang Natal, Rohaniwan Kumpulkan Dana untuk Guru Honorer

46
0
SHARE
1LDANA-FOTO
CARI DANA: Ketua Panitia Caritas Chrismas Cross Challange 2020, Christiano Hendra Wishaka (Tiras.co/ist)

JAKARTA, tiras.co – Sebuah rekor unik dipecahkan di dunia olahraga lari, sepeda dan jalan cepat pada Selasa (1/12/2020). Seorang kardinal, 17 uskup dan lebih dari 900 rohaniwan-rohaniwati Katolik bergabung bersama 2.100 pelari, pesepeda dan pejalan cepat di seluruh Indonesia serta sedikitnya peserta dari 17 negara Eropa, Amerika Utara, Asia, Timur Tengah.
Mereka beraktivitas selama sebulan penuh menggalang dana bantuan Natal bagi para guru honorer di berbagai wilayah Tanah Air.
”Keterlibatan kardinal, belasan uskup, serta hampir seribu pastor dan suster, belum pernah terjadi dalam sejarah penggalangan dana melalui olahraga secara virtual di Indonesia maupun di dunia,” tutur Dr Antonius Widyarsono SJ.
Pater Widy, sebutan akrabnya, pastor Jesuit, pengajar filsafat hukum, pelari maraton, serta salah satu penggerak rohaniwan – rohaniwati di Indonesia turut terlibat dalam program penggalangan dana ini.
Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia (AAJI), organisasi alumni sekolah-sekolah asuhan Jesuit, sebutan bagi anggota organisasi religius Katolik Serikat Yesus, penggagas gerakan tersebut.
Bertajuk ”Lari dan Gowes, Caritas Christmas Cross Challenge 2020 (LG4C)”, kegiatan serentak di tiga cabang olahraga secara virtual bertujuan menghimpun dana bagi para guru honorer di seluruh Indonesia. Terutama, mereka yang bertugas di wilayah-wilayah terpencil serta berkekurangan di luar Jawa.
Ketua Panitia Pelaksana Caritas Christmas, Christiano Hendra Wishaka mengatakan, guru honorer adalah bagian penting dari tulang punggung pendidikan Indonesia.
Banyak dari mereka masih bekerja dalam kondisi prasejahtera. Padahal di tangan merekalah terletak generasi masa depan. Hasil penggalangan dana diutamakan untuk para guru honorer di wilayah luar Pulau Jawa.
Ketua I Dewan Pengurus Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia ini menegaskan, tugas panitia mengawal gerak program yang melibatkan 3.000 lebih peserta.
bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here