Home Berita Jaminan Hidup Hanya untuk Pasien ODP/PDP Miskin

Jaminan Hidup Hanya untuk Pasien ODP/PDP Miskin

146
0
SHARE
Hardo Kiswoyo (tiras.co/ist)

SLEMAN, tiras.co – Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan bantuan jaminan hidup khusus untuk masa wabah korona. Bantuan jaminan hidup harus sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah yakni hanya diberikan bagi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan atau Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masuk kriteria miskin atau rentan yang sudah masuk isolasi.

Penjabat Sekda Sleman, Hardo Kiswoyo mengatakan Pemkab mengeluarkan aturan soal pemberian bantuan jadup. Berdasarkan SE No.404/00904, bantuan jadup hanya diberikan bagi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan/atau Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masuk kriteria miskin atau rentan yang sudah masuk isolasi. Mereka yang tidak memenuhi kriteria tersebut tak dapat memperolehnya.

Ia menjelaskan data pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, PDP, ODP dan masuk kriteria miskin/rentan berdasarkan pada data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman. Bantuan Jadup juga bisa diberikan kepada warga miskin/rentan miskin yang belum terdaftar dan warga pendatang yang tercatat sebagai PDP dan/atau ODP.

Verifikasi

”Untuk penentuan ODP yang masuk kepada kriteria miskin atau rentan miskin, akan diverifikasi lebih Ianjut oleh Dinas Sosial Sleman. Daftar penerima bantuan jadup harus mendapatkan rekomendasi dari kepala desa dan camat sebagai bagian dari check and balances,” tandas Hardo.

Dana bantuan jadup yang diberikan berupa uang paling banyak Rp 45.000 per jiwa per hari selama menjalani masa isolasi paling lama 14 hari. Bantuan jaminan hidup akan diberikan kepada seluruh anggota keluarga. Pemberian bantuan harus melalui mekanisme Jaring Pengaman Sosial.

Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi menambahkan bantuan jaminan hidup akan disalurkan melalui Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Tingkat Desa. Data PDP, positif korona, ODP dari Dinkes. Dinas Sosial tinggal memverifikasi ODP yang miskin dan rentan miskin.

”Dinsos tidak menunggu permohonan bantuan jadup datang tetapi memproses data dari Dinkes dan permohonan dari Gugus Tugas Desa. Dana Jadup oleh Dinsos diserahkan ke Gugus Tugas Desa, karena mereka yang akan membelanjakan dan menyerahkan ke orang ODP. Sejak 30 Maret sudah ada yang memproses,” jelasnya.(Ambardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here