Home Berita Intelektual Serukan Jaga Persatuan Pasca Pemilu

Intelektual Serukan Jaga Persatuan Pasca Pemilu

318
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Di tengah keprihatinan akan kondisi pro dan kontra pasca pemilu ini, sekitar seratus intelektual di DI Yogyakarta menyerukan agar seluruh komponen bangsa tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono MEng D.Eng mengharapkan pihak yang berkontestasi dalam pemilu mengedepankan sikap kenegarawanan dalam menerima hasil pemilu sebagai mekanisme tertinggi kedaulatan rakyat. “Kita harapkan bisa menggunakan cara-cara damai dan prosedural sebagaimana diatur dalam udang-undang dalam merespon ketidakpuasan atas hasil pemilu,” katanya saat menyampaikan deklarasi di Halaman Balairung Gedung Pusat UGM, Senin (6/5/2019).

Para kontestan juga diharapkan mengawal pelaksanaan pemilu dan hasilnya. Dengan mematuhi konstitusi serta mampu menahan diri dari mengeluarkan penyataan-pernyataan yang bisa menimbulkan kontroversi di masyarakat. “Bisa menahan diri dari mengeluarkan pernyatan-pernyataan yang bisa memperkeruh suasana dan melahirkan kontroversi di masyrakat,” ujarnya.

Menurutnya, bangsa indonesia patut bersyukur karena pelaksanaan pemilu serentak telah berjalan aman, tertib, dan damai serta sesuai dengan prinsip pemilu yang demokratis, yakni jujur dan adil. Namun demikian dalam perkembangannya, hasil pemilu yang prosesnya berlangsung baik tersebut menimbulkan suasana pro dan kontra di tengah masyarakat. Ini akibat masing-masing pihak yang terlibat dalam konstestasi pemilu telah mengklaim kemenangan secara sepihak. Lalu menuduh pihak lain berbuat curang.

“Ada upaya mendelegitimasi hasil pemilu dengan mempersoalkan kredibilitas penyelenggara pemilu,” sebut Rektor Panut.

Seruan moral yang disampaikan para intelektual ini dihadiri para akademisi dan pimpinan perguruan tinggi di DIY, salah satunya Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta ProfDr Edy Suandi Hamid . Ia berharap seruan moral ini bisa menenangkan kondisi masyarakat atas pro dan kontra yang banyak bertebaran di media sosial.

“Seruan ini lebih bermakna untuk menenangkan masyarakat agar tetap beraktifitas seperti biasa. Memang ada elit yang seolah menyerukan gerakan yang dikhawatirkan menimbulkan keresahan, permusuhan di masyarakat. Sehingga seruan ini bisa mengingatkan yang tidak puas harus menempuh jalur konstitusional,” katanya. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here