Home Berita Indonesia Jadi Rujukan Negara Islam di Dunia

Indonesia Jadi Rujukan Negara Islam di Dunia

481
0
SHARE
Imam Besar Istiqlal, KH Nasaruddin Umar

JOGJA, tiras.co – Indonesia menjadi rujukan negara-negara Islam di dunia karena pencapaian yang luar biasa dalam berbagai hal. Kebebasan tidak menjadi persoalan di Indonesia, tidak ada diskriminasi laki-laki dan perempuan, semua sama. Bahkan semua umat beragama bebas menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing.

Imam Besar Istiqlal, KH Nasaruddin Umar mengungkapkan hal itu di depan ribuan orang dalam dialog kebangsaan di Sportorium, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Minggu (11/3). Ribuan orang dari berbagai elemen, siswa dari banyak sekolah, mahasiswa dari kampus-kampus di Yogyakarta, masyarakat awam tumplek blek mengikuti kegiatan tersebut.

Bahkan banyak yang tidak bisa masuk karena saking penuhnya Sportorium. Mereka mengikuti jalannya kegiatan di luar ruangan di antaranya di bawah pohon-pohon rindang, pinggiran gedung, parkiran sepeda motor dan di sekitar kampus. “Hampir seluruh dunia menyepakati bahwa kepemimpinan Islam ada di Asia, lebih fokus lagi ke Asia Tenggara dan tepatnya Indonesia. Kiblat peradaban Islam sekarang ini ada di Indonesia,” tandas KH Nasaruddin disambut tepuk tangan membaha seluruh peserta dialog.

Ia menyebut demikian bukan tanpa alasan. Meskipun Indonesia bukan negara agama namun dengan jumlah penduduk beragama Islam terbesar di dunia menjadikan banyak negara merujuk Indonesia. Kebebasan dalam arti positif dalam banyak hal di Indonesia merupakan yang paling bebas dibandingkan negara-negara lain bahkan yang memakai label negara Islam.

Dicontohkannya, kaum hawa di Indonesia bisa sama dengan pria misalnya dalam memperoleh akses pendidikan. Banyak perempuan yang menjadi tokoh, pimpinan dan terkenal di dunia. Ia menyebut salah satunya Menteri Keuangan Sri Mulyani yang baru saja mendapat penghargaan sebagai menteri terbaik. Sri Mulyani yang ada di tempat tersebut tampak tersenyum mendengar namanya disebut.

Menurut Imam Besar Nasaruddin, banyak negara mencontoh Indonesia yang beragam namun tenteram, nyaman. Banyak pula yang merindukan negaranya bisa seperti Indonesia yang demokratis berdasarkan Pancasila dengan penduduknya yang menjalankan nilai-nilai keislaman. “Pencapaian Indonesia luar biasa, termasuk dalam perkembangan kualitas keislaman umat. Banyak orang hebat yang berasal dari pondok pesantren, tidak ada istilah santri dan abangan
lagi karena peningkatan kualitas umat,” paparnya lagi.

yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here