Home Berita Indonesia Hadiri Sidang ICAO di Kanada

Indonesia Hadiri Sidang ICAO di Kanada

169
0
SHARE
Delegasi Indonesia dalam Sidang Majelis International Civil Aviation Organization ke-40 (The 40th Session of ICAO Assembly) di Montreal, Kanada.(tiras.co/dok Kemenhub)

KANADA, tiras.co – Kementerian Perhubungan Cq Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menghadiri Sidang Majelis International Civil Aviation Organization ke-40 (The 40th Session of ICAO Assembly) yang berlangsung 24 September – 4 Oktober 2019 di Kantor Pusat ICAO, Montreal, Kanada. Sidang Majelis ICAO dihadiri lebih 2.600 menteri dan pejabat tinggi dari 191 negara anggota.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti menjelaskan Sidang Majelis ICAO merupakan pertemuan tiga tahun sekali yang diselenggarakan Dewan ICAO dengan mengundang seluruh negara anggota. Mereka melakukan pembahasan terhadap suatu kebijakan.

Selama berlangsung, program kerja ICAO ditinjau secara rinci sehingga memunculkan hasil yang selanjutnya diberikan kepada seluruh negara anggota untuk memandu aktivitas penerbangan di seluruh dunia yang berkelanjutan.

Berikut capaian Indonesia dalam sidang, penyerahan plakat dan sertifikat akreditasi ICAO trainair plus kategori gold/full member untuk PPSDMPU dan silver/associate untuk Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) dan Akademi Penerbangan Indonesia (API).

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Training Service Agreement (TSA) atas pemanfaatan remaining balance dana Indonesia di ICAO, penetapan Indonesia sebagai anggota ke-69 akreditasi Public Key Direktory (PKD).

Prestasi Membanggakan

Selain itu juga penyerahan dokumen Ratifikasi Protokol 50a untuk untuk penambahan jumlah keanggotaan Dewan ICAO dari 36 menjadi 40 anggota dan Ratifikasi Protokol 56 untuk penambahan jumlah keanggotaan Air Navigation Commission (ANC) dari 19 menjadi 21.

Berikutnya penetapan ICAO Resolution untuk Working Paper 94: Certification of Water Aerodrome yang diinisiasi oleh Indonesia disponsori oleh Kanada, menetapkan Indonesia sebagai lead pada pembahasan Global Standard Water Aerodrome pada Working Group/Panel Air navigation Commitee 2020-2022.

”Yang penting juga, Indonesia menjadi chairman Sidang Majelis ICAO melalui Duta Besar RI untuk Kanada untuk pertama kali sebagai negara anggota ICAO,” ujar Polana.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kemenub dan stakeholder yang telah membantu Indonesia sehingga pencapaiannya menjadi prestasi yang membanggakan.

Selama pelaksanaan, Indonesia memperoleh capaian yang cukup membanggakan. Hal ini merupakan kerja keras yang dilakukan oleh seluruh elemen kementerian dan stakeholder dalam berkomitmen sebagai pelaksana penerbangan Indonesia.(bram)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here