Home Berita Hujan Abu Landa Sleman, Letusan Merapi Tipe Freatik

Hujan Abu Landa Sleman, Letusan Merapi Tipe Freatik

618
0
SHARE
ABU1
HUJAN ABU: Suasana di kawasan Kecamatan Turi yang terkena hujan abu. (ado/tiras.co)

SLEMAN, tiras.co – Hujan abu menyelimuti sebagian wilayah Sleman, menyusul terjadi erupsi freatik Gunung Merapi yang terjadi, Jumat (11/5/2108) pukul 07.43 WIB tadi pagi. Abu tebal tampat terlihat di sekitar kawasan Kecamatan Turi, Tempel, Cangkringan, Pakem, Ngemplak dan sebagian Kecamatan Sleman.

Pantauan di kawasan Kecamatan Turi, abu terlihat cukup tebal, akibatnya jalanan di sekitar Pasar Turi cukup lengang. Pengendara sepeda motor harus memakai masker dan berjalan pelan-pelan, karena abu segera menutup kaca helm. Sejumlah sekolah seperti SMP Trimulyo memulangkan siswanya lebih awal.

Sementara dalam press release Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Kementerian ESDM menyebutkan telah terjadi erupsi Gunungapi Merapi pada tanggal 11 Mei 2018 pukul 7:40 WIB dengan durasi kegempaan 5 menit. Ketinggian kolom erupsi mencapai 5500 m di atas puncak. Erupsi yang terjadi bersifat freatik (dominasi uap air). Erupsi berlangsung satu kali dan tidak diikuti erupsi susulan. Sebelum erupsi freatik ini terjadi, jaringan seismik Gunung Merapi tidak merekam adanya peningkatan kegempaan.

Namun demikian, sempat teramati peningkatan suku kawah secara singkat pada pukul 6:00 WIB (sekitar 2 jam sebelum erupsi). Pasca erupsi, kegempaan yang terekam tidak mengalami perubahan dan suhu kawah mengalami penurunan. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang.

Petugas pengamat Gunung Merapi Ahmad Sopari saat dihubungi tiras.co menjelaskan ketinggian debu Merapi mencapai 5.500 meter. “Arah debu yang terbawa angin menuju Selatan,” kata Ahmad.

ado

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here