Home Berita Hanya Pikir SHU, Anggota Koperasi Sudah Salah Kaprah

Hanya Pikir SHU, Anggota Koperasi Sudah Salah Kaprah

516
0
SHARE
Kegiatan Paguyuban Wartawan Sepuh Yogyakarta

JOGJA, tiras.co – Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Dr Revridsond Baswir menilai anggota koperasi sudah salah kaprah karena yang dipikirkan hanya keuntungan saja, menerima sisa hasil usaha (SHU).

“Itu tidak benar karena koperasi tidak didirikan untuk mencari keuntungan, tapi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota,” katanya saat tampil berbicara dalam diskusi kebangsaan di Kampung Mataraman Panggungharjo Sewon Bantul, DI Yogyakarta. Senin (26/3/2018). Acara mengusung tema “Pengamalan Pancasila dalam Menyejahterakan Desa” ini diselenggarakan Paguyuban Wartawan Sepuh Yogyakarta (PWSY). Diskusi menghadirkan pula anggota DPR/MPR RI Drs H. Idham Samawi dan Direktur BUMDes Panggung Lestari Desa Panggungharjo Eko Pambudi.

Menurutnya Sony, sapaan Revridsond, motif anggota koperasi yang mengejar SHU itu akibatnya kalau mendirikan koperasi simpan pinjam, hanya akan sebagai kedok rentenir saja. “Akhirnya, hanya ikut merusak citra koperasi saja,” sebutnya.

Disebutkan, selama ini persepsi masyarakat mengenai koperasi sudah telanjur negatif. “Imejnya sudah negatif karena kita sudah lama melupakan Pasal 33 UUD 1945,” katanya.

Ia menyampaikan, membuat koperasi yang benar adalah koperasi yang transparan dan berintegritas. “Biasanya yang ngapusi itu ketuanya, tapi kalau anggotanya sudah pinter tidak bisa ngapusi,” paparnya.

Sedangkan Direktur BUMDes Panggung Lestari Eko Pambudi menyampaikan, BUMDes Panggung Lestari berdiri sejak 2013. Dari mulai membentuk kelompok usaha pengelolaan sampah, limbah rumah tangga minyak goreng, agro pertanian, swalayan desa, dan pengelolaan Kampung Mataraman. “ Kita awal dikasih modal Rp 37 juta, sekarang aset kita sudah Rp 2,1 miliar,” katanya.

Kampung Mataraman merupakan salah satu unit usaha milik desa setempat. “Kami ingin mengeksplor kehidupan kampung era abad 19, saat kejayaan Mataram Islam. Jadi, bukan kerajaannya, tapi kehidupan kampung yang agraris,” jelasnya.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here