Home Tekno Hanya 2,3% Masyarakat yang Sikat Gigi Tepat Waktu

Hanya 2,3% Masyarakat yang Sikat Gigi Tepat Waktu

734
0
SHARE
Gigi
Pemeriksaan gigi yang dilakukan terhadap pelajar. (tiras.co/bambang sk)

JOGJA, tiras.co – Meski 90 persen masyarakat Indonesia sudah menyikat gigi, tapi hanya 2,3% saja yang menyikat gigi tepat waktu dan rutin. Akibatnya, banyak orang menderita sakit gigi berlubang.

“Pada malam sebelum tidur banyak yang lupa sikat gigi,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM Yogyakarta Dr drg Ahmad Syaifi, SU, Sp.Perio (K) berkait dengan pelaksanaan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) UGM Prof Soedomo, Kamis (12/10/2017).

Kegiatan dalam bentuk pemeriksaan dan perawatan kesehatan gigi gratis yang digelar selama tiga hari hingga Sabtu (14/10/2017) ini diselenggarakan Pepsodent kerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) serta Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 130 dokter spesialis dan 200 mahasiswa profesi FKG UGM. Sedikitnya 200 siswa SD dan 120 penjual angkringan serta pemulung turut pula diperiksa giginya secara gratis.

Syaifi menilai pentingnya mencegah terjadi penyakit pada gigi dan rongga mulut, daripada datang ke dokter setelah terjadi sesuatu pada gigi. “Penyakit gigi berlubang disebabkan kurangnya perawatan dan menyikat yang tidak tepat waktu,” jelasnya.

Sedangkan Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia drg Ratu Mirah Afifah mengatakan, program pemerintah yang menargetkan Indonesia bebas karies gigi pada 2030 perlu didukung dengan edukasi ke masyarakat. Selain menyikat gigi juga menjaga pola konsumsi makanan yang tidak menyebabkan gigi cepat rusak.

Ia menyebutkan jumlah prevalensi gigi berlubang di Indonesia 4,6% dan 25,9% di antaranya memiliki masalah di rongga mulut. Dari jumlah tersebut hanya 8,1% yang berobat ke tenaga kesehatan.Menurut drg Mirah, konsumsi camilan di Indonesia terindikasi mengalami peningkatan sebesar 4% setiap tahunnya dengan camilan manis dan lengket seperti cokelat, pastry dan permen yang paling digemari anak-anak.

Maka, mengkonsumsi camilan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat dan gula, terutama yang lengket dapat menurunkan derajat keasaman mulut. Ini karena setelah mengkonsumsi makanan yang manis, derajat keasaman mulut turun hingga di bawah pH kritis 5,5 dalam hitungan menit dan tetap rendah hingga 1 jam setelahnya. “Bila terjadi terus menerus kondisi ini menyebabkan hilangnya mineral-mineral gigi dan mengakibatkan terjadinya gigi berlubang,” jelasnya.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here