Home Tekno Guru SMAN 1 Purbalingga Juarai Lomba Inobel se-Jateng

Guru SMAN 1 Purbalingga Juarai Lomba Inobel se-Jateng

656
0
SHARE

PURBALINGGA, tiras.co – Dr Sigit Mangun Wardoyo,M.Pd (37), guru Bahasa Jawa SMA Negeri 1 Purbalingga keluar sebagai juara pertama Lomba Karya Ilmiah Inovatif Pembelajaran (Inobel) guru SMA tingkat Provinsi Jawa-Tengah tahun 2017.

Atas prestasi itu, Sigit Mangun Wardoyo berhak mendapatkan uang pembinaan Rp 5 juta, piagam, trophy dan akan mewakili Provinsi Jateng pada lomba Inobel tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kemendikbud RI di Jakarta, Oktober mendatang.

Sigit Mangun Wardoyo yang dihubungi tiras.co, Minggu (24/9/2017) mengatakan, pada tahap pertama lomba ini diikuti 74 peserta. Setelah dilakukan seleksi naskah oleh panitia di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, kemudian pada tahap kedua ditetapkan 35 nominator. Ke 35 nominator itu, selama tiga hari, 17-19/9 di Semarang, menjalani serangkaian seleksi berupa presentasi dan wawancara.

“Mengingat saya sehari-hari mengajar mata pelajaran Bahasa Jawa,maka saya memilih materi tentang inovasi pembelajaran Bahasa Jawa di SMAN 1 Purbalingga,” ujar Sigit Mangun Wardoyo, yang meraih gelar doktor bidang lingusitik di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini.

Dalam seleksi tahap kedua itu, Sigit membawakan karya ilmiah berupa hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dibuatnya. Karya ilmiah itu diberi judul: “Pembelajaran Batu Akik Model Klawing : Optimalisasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Sikap Sosial Siswa dalam Kemampuan Baca Tulis Aksara Jawa”.

Hasil PTK itu dipaparkan Sigit Mangun wardoyo di hadapan dewan juri,yang terdiri Prof Dr Subyantoro,M.Hum dan Dr. Iwan Junaedi, S.Si., M.Pd, keduanya dosen Pasca Sarjana Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Sigit Mangun wardoyo yang juga sebagai dosen tamu di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unsoed ini mengemukakan, pembelajaran dengan menggunakan Pembelajaran Batu Akik model Klawing dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Purbalingga.

“Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dibandingkan dengan kondisi awal pembelajaran. Pada studi awal ketuntasan belajar siswa baru mencapai 43%. Pada siklus I prosentase ketuntasan belajar siswa adalah 71% sedangkan pada siklus II sebesar 100%. Adapun untuk nilai rata rata siswa pada studi awal 65, pada siklus I 79, dan pada siklus II adalah 85,”ujar Sigit Mangun Wardoyo.

Dijelaskan juga, pembelajaran dengan menggunakan Pembelajaran Batu Akik model Klawing dapat meningkatkan Sikap sosial siswa di SMA Negeri 1 Purbalingga. Sikap sosial Bahasa Jawa mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus I.

“Sikap sosial siswa berdasarkan Kualifikasi pada studi awal yang mempunyai nilai rendah sebesar 34%, nilai sedang 29%, dan nilai tinggi 37%. Pada siklus I yang mempunyai nilai rendah sebesar 9%, nilai sedang 22%, dan nilai tinggi 69%. Pada siklus II yang mempunyai nilai rendah sebesar 0%, nilai sedang 9%, dan nilai tinggi 91 %,” terang Sigit,yang pernah meraih juara 1 guru berprestasi SMA tingkat Kabupaten Purbalingga ini.

prasetiyo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here