Home Berita Guru Besar Muhammadiyah Diharapkan Jadi Panduan Umat

Guru Besar Muhammadiyah Diharapkan Jadi Panduan Umat

254
0
SHARE

BANTUL, tiras.co – Kaum intelektual harus bisa menjadi penengah yang dapat memberikan panduan dan solusi atas polemik yang terjadi di masyarakat. Ketua UmumPP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir MSi menyampaikan hal tersebut dalam Silahturahim Guru Besar Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Minggu (28/7/2019).

Menurut Haedar, saat ini dunia mengalami perubahan dalam kecepatan luar biasa yang menghasilkan gejolak, ketidakpastian, kerumitan serta ambiguitas dalam banyak aspek kehidupan. Terlebih dalam era post-truth saat ini yang memungkinkan setiap pihak untuk mengklaim opininya sebagai kebenaran tanpa peduli dampaknya secara luas yang bisa saja menjadi sebuah bias atau malah hoaks.

Di tengah perubahan in, makai para guru besar Muhammadiyah perlu menjadi rambu yang dapat mengarahkan kepada kebenaran dan kebaikan. Jangan sampai para intelektual terbawa dengan pola pikir pendek yang marak saat ini dan kehilangan perspektifnya dalam memandang luasnya isu dan problem yang terjadi. “Anda harus bisa mencegah masyarakat jatuh dalam taqlid (mengekor) buta dan memberikan solusi yang lebih baik dan bermanfaat. Ini alasan kenapa Muktamar yang kita adakan setiap tahun selalu berusaha mengatasi isu-isu strategis yang terjadi di masyarakat, bukan untuk keren-kerenan tapi demi memberikan jalan keluar yang sesuai dengan nilai Islam yang berkemajuan”.

Haedar minta para guru besar Muhammadiyah harus menjadi basis penghasil keilmuan yang kokoh. Saat ini, Muhammadiyah memiliki 235 guru besar dan salah satu tugasnya ke masyarakat adalah sebagai peningkatkan kebebasan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan mengembangkan pemikiran yang maju sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, dalam beberapa hal, masyarakat terlalu banyak mengomentari dan menggugat masalah yang terjadi di sekitarnya dan sedikit sekali yang membahas akar penyebabnya, “Kita jadi lebih sering ribut di hilir padahal yang harus ditangani adalah hulunya,” katanya seraya mencontohkan, pada isu politik banyak dikeluhkan dengan praktik politik yang terjadi saat ini dan banyak sekali menggerutu tentang pelakunya, Padahal yang harusnya dibahas adalah tata kelola dari politik ini sendiri. Apa ada yang rancu atau malah salah dengan sistem yang berlaku kini dan bagaimana bisa memperbaikinya.

Kemudian pada aspek ekonomi juga, dengan berkembangnya konsep ekonomi syariah saat ini harusnya yang menjadi fokus adalah bagaimana ini menjadi solusi yang membangun. Bukan bagaimana membuat banyak ‘syariah’ dan kemudian malah tidak memajukan ekonomi umat dan Islam itu sendiri. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here