GKR Hemas Apresiasi Perupa Dukung Percepatan Vaksin

30GKR
LUKISAN: GKR Hemas saat menorehkan minyak cat di atas kanvas. (Tiras.co/Bambang SK)

JOGJA, tiras.co – Perupa senior Sidik Martowidjojo mengaku senang dapat terlibat dalam momentum istimewa. Perpaduan aktivitas seni rupa dalam gerakan vaksinasi meneguhkan jiwa keistimewaan masyarakat Yogyakarta yang guyub dan dinamis.
“Apalagi ini berlangsung di lingkup Kraton Yogyakarta yang menjadi cikal bakal munculnya peradaban baru yang terus berlangsung hingga saat ini,” kata pelukis gaek ini saat ambil bagian dalam memeriahkan pelaksanaan Vaksinasi Bhinneka Tunggal Ika pada Senin – Selasa (27 – 28/9-2021) di Sasono Hinggil Kraton Yogyakarta. Vaksinasi Covid-19 diikuti 2.000 pelajar dan mahasiswa luar DIY dari semua provinsi yang tengah belajar di Yogyakarta.
Dalam meninjau pelaksanaan vaksinasi tersebut Pembina Gerakan Kemanusiaan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mengapresiasi keterlibatan perupa Yogyakarta dalam gerakan percepatan vaksinasi nasional. Permaisuri Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menyampaikan terima kasih atas kepedulian para perupa.dalam turut menyemangati masyarakat agar mengikuti vaksin dengan menggelar acara _Live Painting On The Spot_. Vaksinasi GKR Indonesia berlangsung dalam enam tahap, baik dosis pertama dan kedua. Dimulai sejak 24 Juli hingga 28 September 2021. Total masyarakat tervaksin sekitar 7.000 peserta.
Perupa Sidik mengakui dampak pandemi Covid19 juga dirasakan kalangan perupa maupun seniman pada umumnya. Namun meski menghadapi berbagai kesulitan, ia berharap semuanya tetap dapat bersikap sabar menghadapi pandemi, dan terus menaruh harapan serta mental pantang menyerah.
Selain Sidik, perupa lainnya yang terlibat dalam memeriahkan kegiatan vaksinasi ini adalah Putu Sutawijaya, Nasirun, Bayu Wardhana, Sidik Martowidjojo, Bambang Herras, Astuti Kusumo, Made Toris, Dewa Mahendra, Budi Ubrux dan pelukis Hari Budiono.
Mereka melukis berbagai obyek abstrak di kanvas berukuran 1 x 1,5 meter. Khusus Bayu Wardhana melukis di atas kanvas berukuran sekitar 2 x 3 meter dengan obyek lukisan situs cagar budaya Tamansari. Perupa Hari Budiono melukis obyek ringin kurung kembar yang ada di tengah Alun-Alun Selatan. Satu-satunya perempuan perupa yang ikut Astuti Kusumo melukis obyek berupa gerbang kraton yang kokoh dan megah.
Karya para perupa ini nantinya bakal dirilis dalam lelang amal pada 7 Oktober 2021 di Bale Raos Kraton Yogyakarta. Sebagian hasil untuk pihak seniman, juga disisihkan untuk aksi bakti sosial bagi masyarakat bawah yang terdampak pandemi Covid.
bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here