Home Berita Gereja Dipanggil Terlibat Membangun NKRI

Gereja Dipanggil Terlibat Membangun NKRI

436
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Rahmat Allah yang menyertai manusia perlu ditanggapi secara positif, biasanya butuh perjuangan. “Di sini Gereja Katolik dipanggil terlibat penuh dalam membangun bangsa dan negara sebagai terang dan garam dunia, bersama semua orang yang berkehendak baik,” ujar Kardinal Julius Darmaatmadja SJ dalam seminar dan bedah buku mengusung tema “Membangun NKRI dalam Terang Iman Katolik” di Auditorium Gedung Thomas Aquines Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Minggu (19/05/2019).

Seminar diselenggarakan Unit Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian UAJY kerjasama dengan PT Kanisius itu menampilkan pula pembicara Romo Basilius Edy Wiyanto dari Yayasan Dinamika Edukasi Dasar (DED) Yogyakarta, dan dosen UAJY Dr Yoachim Agus Tridiatno MA, dengan moderator Dra Ch Suryanti MHum.

Menurut Mgr Julius Darmaatmadja, umat Katolik terpanggil menanggapi karsa Allah, dengan mengamalkan Pancasila, memperkokoh kedaulatan bangsa dan NKRI, bersama umat beragama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ini merupakan panggilan suci bagi semua warga bangsa, menanggapi dan mendukung karya Roh Allah untuk bangsa dan negara kita. “Bagi umat Katolik, dengan mengamalkan Pancasila, itu sekaligus mengamalkan imannya,” katanya.

Dalam meredakan panasnya situasi politik pasca pemilu kali ini perlunya dikembangkan nilai-nilai keberagaman melalui dialog antarumat beriman. Karena nilai dialog seperti keragaman yang terkandung dalam pancasila menjadi penting akhir-akhir ini.

Baginya, dialog antarumat beragama sebenarnya bukan hal asing lagi. Hanya masalahnya, umat Katolik sejak lama cenderung ekslusif, atau karena (merasa) minoritas dan tidak berani keluar kandang. Senangnya bergaul dengan sesama agama Katolik atau Kristen, karena merasa lebih aman.

Mgr Darmaatmadja menyampaikan, semua orang yang berkehendak baik, itu didorong kuasa Illahi. Sehingga kalau mereka berjumpa dan mau berdialog dengan baik-baik, penuh persaudaraan, itu masing-masing dituntun Roh Kudus. Mendukung karya Roh Allah yang sedang bekerja. “Saya sering katakan dengan menjemput bola. Roh Allah menggerakkan kebaikan, maka kita harus jemput bola. Siapa pun yang melakukan harus kita hargai, kita dukung. Maka, umat Katolik akan mudah srawung (bergaul), mudah kerjasama dengan orang lain,” ujarnya.

Disampaikan pula agar umat Katolik mulai mengubah cara berpikir karena masing-masing agama juga mengajarkan nilai-nilai luhur dan baik. Memberi contoh akan lebih baik ketimbang anjuran.

Adalah tugas awam Katolik dengan terang iman, ikut membangun tata hidup kemasyarakatan di bidang budaya, ideologi, ekonomi, sosial dan politik, keamanan dan pertahanan. Supaya tetap diterangi imam katolik, kerjasama dengan hirarki sangat penting. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here