Home Berita Generasi Muda Harus Paham APBN

Generasi Muda Harus Paham APBN

547
0
SHARE

SLEMAN, tiras.co – Kalangan generasi muda terutama mahasiswa didorong untuk lebih cerdas memahami Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sehingga ke depan saat terjun ke pemerintahan maupun swasta dapat menjalankan penggunaan APBN sesuai prosedur. Kuliah umum bertajuk Membangun Generasi Muda yang Kuat dan Generasi Muda yang Cerdas APBN digelar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (23/7).

Dekan FEB UGM Eko Suwardi menyatakan pentingnya APBN sebagai instrumen pembangunan. Sehingga ia merasa penting mahasiswanya sebagai kaum muda memiliki bekal yang cukup akan pemahaman APBN. Kuliah umum itu bertujuan agar, mahasiswa mendapatkan informasi langsung terkait pengelolaan APBN pada sumbernya langsung.

Ia berharap mahasiswanya bisa cerdas APBN dengan mendapatkan kuliah tersebut. Karena dengan cerdas APBN, pasti akan memanfaatkan APBN dengan sebaik-baiknya, baik ketika kelak sebagai pengusaha yang menjadi rekanan pemerintah atau sebagai pelaksana di pemerintahan.

“Karena pak Dirjen termasuk orang pertama yang menjalankan APBN, sehingga tahu persis apa APBN itu. Kami mendorong generasi muda agar cerdas APBN, agar ke depan bisa memanfaatkan APBN sebaik-baiknya ketika sudah terjun ke lapangan baik di pemerintahan maupun swasta,” terangnya, Senin (23/7).

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman menjelaskan, mahasiswa Fakultas Ekonomi harus mengerti struktur ekonomi Indonesia. Penguasaan tentang struktur ekonomi sangat penting karena bisa menjadi dasar dalam menentukan kebijakan. Dengan itu mahasiswa bisa memahami sejumlah kebijakan ekonomi masyarakat. Tak terkecuali kebijakan terkait hutang Indonesia yang akhir-akhir ini banyak menuai kritik.

“Utang itu diperlukan agar pemerintah dapat menjalankan fungsi penting dan mendesak dengan lebih cepat tanpa penundaan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, perlunya berhutang dapat meningkatkam pertumbuhan ekonomi. Karena dalam kondisi perekonomian melamban, stimulus fiskal melalui utang dapat mendorong pertumbuhan. Kemudian pertumbuhan itu dapat mendorong peningkatan penerimaan pajak di masa mendatang, untuk dapat kembali membayar utang tersebut. “Utang juga untuk investasi sebagai pemerataan tanggungjawab antargenerasi dalam penyediaan aset,” ucapnya.

(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here