Home Berita Gempaaa…, Ohh Merapi Meletus!

Gempaaa…, Ohh Merapi Meletus!

621
0
SHARE
ABU2
BAGI NASKER: Petugas SKB Sleman membagikan masker gratis kepada pengendara sepeda motor yang melintas di Kadisobo, Jalan Turi. (ado/tiras.co)

SLEMAN, tiras.co –Teriakan, gempaaa… sontak terdengar di suatu perumahan di Sleman, Jumat (11/5/2018) sekitar pukul 07.45 WIB). Guncangan gempa yang terasa dengan getaran yang konstan selama sekitar lima menit memang sangat terasa di sejumlah kawasan di Kabupaten Sleman pagi itu. Getaran makin nyata karena jendela-jendela kaca ikut bergetar.

Warga perumahan tersebut sebagian besar lalu keluar rumah. Dan karena pengalaman gempa-gempa sebelumnya, mereka lari ke pinggir sawah dan melihat ke arah utara. “Woow Merapi… ternyata Merapi meletus. Pantesan gempanya terasa lama,” teriak Ibu Endah, warga perumahan tersebut. Dan memang dari tepi sawah, tampak gumpalan material Gunung Merapi yang seperti asap membubung tinggi.

Jumat itu memang Gunung Merapi mengalami letusan jenis freatik yang disebabkan guguran material dalam jumlah besar di Puncak Merapi. Tidak ada letusan magma dalam peristiwa itu.

Dampak letusan itu adalah hujan abu yang melanda sejumlah kecamatan di Sleman. Petugas SKB (Sarana Komunikasi Bencana) Sleman, tampat turun ke daerah Kadisobo, Jalan Turi, yang cukup tebal hujan abunya. “Kami membagikan masker gratis kepada masyarakat,” ujar Suroto. Disebutkannya abu sudah mulai menipis tetapi tersebar lebih luas karena angin.

Berikut rilis yang dikeluarkan oleh Pusdalops PB DIY yang diterima redaksi pukul 10.00 WIB. Telah terjadi erupsi Gunung Merapi pada pukul 07:43 wib dengan durasi kegempaan 5 menit, ketinggian kolom 5500 m diatas puncak. Pukul 08.54 erupsi yang terjadi bersifat freatik ( dominasi uap air).

Erupsi berlangsung satu kali dan tidak di ikuti erupsi susulan, sebelum erupsi freatik terjadi jaringan seismic gunung Merapi tidak merekam adanya peningkatan kegempaan, namun demikian sempat teramati peningkatan suhu kawah secara singkat, pada pukul 06:00 wib, pasca erupsi kegempaan yang terekam tidak mengalami perubahan suhu kawah mengalami penurunan.

Arah angin diketinggian diatas 5500 M berasal dari utara menuju selatan. Cuaca pada umumnya cerah hingga berawan. Berdasarkan pantauan citra satelit cuaca RGB Himawari menunjukkan pergerakan sebaran abu vulkanik ke arah selatan-barat daya.
Kondisi saat ini terjadi evakuasi warga di radius 5KM. Hujan abu terjadi diwilayah sleamn meliputi Kecamatan Tempel, Turi, Pakem, Cangkringan, Ngemplak dan sebagian Kecamatan Sleman.

Disebutkan juga Bandara Adisucipto sementara dinyatakan ditutup serta Daerah wisata Kaliurang dan tempat wisata di lereng Merapi untuk sementara ditutup.

Pusdalops DIY juga mengeluarkan imbauan agar warga tidak panik, dan selalu memantau informasi terakhir yang akan selalu diupdate pihak terkait.

ado

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here