Home Berita Gelombang Pengungsian Dimulai di Lereng Merapi

Gelombang Pengungsian Dimulai di Lereng Merapi

93
0
SHARE
09rentanmerapi
EVAKUASI: Petugas saat mengevakuasi lansia yang tinggal di daerah rawan bencana Gunung Merapi. (tiras.co/Ist)

SLEMAN, tiras.co – Ratusan warga di lereng Merapi dievakuasi menyusul meningkatnya aktivitas gunung di perbatasan Jateng-DI Yogyakata (DIY) tersebut beberapa hari terakhir. Tim rescue Kantor Basarnas Yogyakarta bersama semua unsur sejak, Sabtu (7/11/2020,) sudah melaksanakan evakuasi kelompok rentan dan mandiri tersebut ke Barak Pengungsian Glagahharjo.
Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto menjelaskan penduduk yang dievakuasi ke barak pengungsian itu berjumlah 128 orang, terdiri dari lansia, ibu hamil, disabilitas, anak-anak termasuk balita.
Meningkatnya status Merapi dari “waspada” level III menjadi “siaga” level III sejak 5 November lalu, sejumlah warga di lereng gunung tersebut harus diungsikan. Selain warga Dusun Glagaharjo, juga warga Dusun Kepuharjo dan Dusun Umbulharjo. Sebanyak 12 barak dan bangunan milik Pemkab Sleman seperti aula balai desa, gedung sekolah dan balai latihan telah disiapkan untuk pengungsian.
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto, dalam kesempatan terpisah, mengingatkan terkait meningkatnya aktivitas Merapi. Menurutnya, pemda bersama instansi terkait harus menjamin terlaksananya protokol pencegahan Covid di dalam seluruh tahapan penanggulangan Merapi, sekaligus mempersiapkan sarana prasarana dan anggaran.
Diakui penanggulangan bencana Merapi, dalam literasi sejarah kebencanaan gunung api belum pernah terjadi di tengah pandemi. “Ini penting dipahami bersama,” kata Eko, Senin (9/11/2020).
Guna memaksimalkan upaya mitigasi, respon tanggap bencana maka kerjasama seluruh pihak sangat diperlukan agar kegiatan penanganan bencana bisa berjalan efektif. Eko juga menyampaikan pentingnya menumbuhkan kesadaran masyarakat agar berdisiplin mengikuti perkembangan Merapi, yang kini statusnya “siaga”. Makna status “siaga” ini salah satunya pembatasan aktivitas warga di daerah kawasan rawan bencana untuk menghindari bahaya akibat erupsi Merapi.
“Perhatikan dan ikuti perkembangan informasi Merapi dari BPBD, BPPTKG dan instansi resmi lainnya,” pinta Eko seraya mengajak masyarakat di lereng gunung itu untuk mentaati seluruh anjuran dan perintah pemda demi keselamatan warga. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here