Home Berita Gadaikan Hak Pilih Rakyat Sulit Mengontrol

Gadaikan Hak Pilih Rakyat Sulit Mengontrol

345
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Ketua Presedium Jaringan Demokrasi Indonesia DI Yogyakarta Drs Mohammad Najib MSi mengatakan, ketika rakyat menggadaikan hak pilihnya dalam Pemilu, maka konsekuensinya mereka tidak punya kesempatan mengontrol yang dipilih.

“Karena suaranya sudah digadaikan dengan uang,” kata Mohammad Najib dalam diskusi kebangsaan bertajuk “Demokrasi dalam Politik Transaksional” di Resto Cangkir Bintaran, Yogyakarta, Sabtu (23/02/2019). Acara digelar Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS) Yogyakarta, menampilkan pula pembicara Wakil Dekan II Fakultas Saintek UIN Sunan Kalijaga Dr Hamdan Daulay MSi, MA, dan anggota DPR RI Drs Idham Samawi.

Menurut dia, dalam proses demokrasi kita mulai dari hulu sampai hilir masih punya penyakit terkait dengan politik transaksional. Dalam konteks demokrasi, ini disebutnya kejahatan luar biasa karena rakyat tidak punya kesempatan untuk memilih calon terbaiknya.

Najib menyampaikan, pembelian suara dengan cara memberi uang atau barang (sembako) kepada calon pemilihnya. Kalau pemberian tersebut secara terus-menerus, maka sulit untuk tidak memilih yang memberi. “Kalau memberinya sekali saja mungkin mudah dilupakan,” katanya.

Disebutkan, pemberian barang pribadi dari caleg kepada calon pemilihnya biasanya berupa kenang-kenangan, seperti sarung. “Kalau ada yang suka burung dikasih burung agar nantinya memilih calon bersangkutan,” ungkap anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY ini.

Cara lain yang dilakukan caleg untuk menggaet suara di tengah masyarakat, seperti menggelar lomba mancing gratis, membangun jalan kampung, memberi tenda kepada kelompok pedagang pasar. Biasanhya, pemberian itu diarahkan kepada komunitas yang sekiranya mendukung dirinya. “Anehnya, yang dibangun kok bukan tempat yang paling membutuhkan,” kata Najib.

Diakui, Bawaslu masih menghadapi kendala dalam pengawasan money politics karena di satu kelurahan hanya ada satu orang pengawas. “Di masing-masing TPS memang ada yang mengawasi, tapi mereka fokus di hari H,” sebutnya. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here