Home Berita Film Tengkorak Karya Sekolah Vokasi UGM Dapat Nominasi Best Film di Amerika

Film Tengkorak Karya Sekolah Vokasi UGM Dapat Nominasi Best Film di Amerika

558
0
SHARE
Film Tengkorak raih nominasi di Amerika

JOGJA, tiras.co – Film Tengkorak karya dosen dan mahasiswa Sekolah Vokasi UGM, Yogyakarta mendapat nominasi best film untuk kategori science fiction,fantasy and thriller dalam festival film Cinequest di Sanjose, California, Amerika Serikat.

Pada 1 Maret 2018 lalu, film ini mendapatkan kesempatan untuk ‘world premiere’ di Cinequest 2018, bahkan memperoleh kesempatan tayang selama 4 hari pada 1, 2, 3 dan 9 Maret 2018. Menurut produser eksekutif ini, Dr Wikan Sakarinto, film yang diproduseri ini pada pemutaran sesi perdana selama 3 hari pertama mendapat sambutan positif dan hangat dari publik Amerika. “Bisa dikatakan ini pemutaran perdana Film Tengkorak untuk penonton dunia,” kata Wikan, Minggu (4/3/2018).

Dekan Sekolah Vokasi UGM ini menuturkan, usai pemutaran film dilakukansesi tanya jawab, yang berlangsung sangat dinamis. Banyak pertanyaan dari penonton dan analis Film.”Dari pertanyaan-pertanyaan dan komentar rata-rata penonton sangat mengapresiasi keberanian memilih tema dan diwujudkan dalam eksekusi yang gemilang,” ucapnya senang.

Menurutnya, yang menarik dalam diskusi tersebut, menyinggung soal beberapa celotehan khas Yogyakarta yang gagal ditangkap penonton dunia, justru mengantarkan film ini sebagai Hard SciFi. “Film ini berhasil membuat penonton berpikir dan terhibur oleh jalinan alur cerita Tengkorak yang sangat SciFi,” terangnya.

Roxanne, salah satu penonton film ini sempat mengatakan “Excellent and wonderfully done”. Kemudian beberapa penonton yang juga ilmuwan dan seorang ‘Movie Buff’ justru menggaris bawahi keberanian sutradara untuk menampilkan tokoh perempuan sebagai karakter sentral. Karena dalam film ini, tokoh utamanya adalah perempuan yang memerankan sebagai ilmuwan dan sebagai presiden.

Cinequest adalah festival yang menghargai para ‘Maverick’ atau pioneer di dunia perfilm-an, entah dari sisi story-telling, teknologi atau perjuangan (pembuatan) film itu sendiri. Film Tengkorak dinyatakan layak karena ini adalah film independen panjang pertama sutradara dari negara yang masih jarang menghadirkan genre fiksi ilmiah atau Science Fiction/SciFi di kancah per-film-an internasional.

Selain Wikan, menghadiri World Premiere Film Tengkorak ini, yaitu Yusron Fuadi selaku Sutradara, Eka Nusa Pertiwi selaku Pemeran Utama dan Anindita Surya Laksmi selaku Produser, Animator & Special Effect. Film Tengkorak hasil karya dosen dan mahasiswa Sekolah Vokasi UGM menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang tampil di ajang festival film Cinequest.

Sutradara film ini, Yusron Fuadi memilih genre science fiction sebagai debut pertamanya dalam menciptakan film panjang. Dalam benaknya, science fiction menjadi sebuah tantangan yang harus ia selesaikan. Keinginannya adalah menciptakan hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Tidak banyak film yang bisa menyajikan perang antar agama dan ilmu pengetahuan tanpa berpihak pada salah satunya. Premis film Tengkorak dirancang untuk melewati keberpihakan dua sisi, yaitu agama dan kemanusiaan. Dan bahwa agama ataupun ilmu pengetahuan tidak selalu punya jawaban atas semuanya.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here