Home Berita Edukasi Lebih Intensif Jaminan Kesehatan Nasional

Edukasi Lebih Intensif Jaminan Kesehatan Nasional

683
0
SHARE
sehat-foto
EDUKASI: Dewan Jaminan Sosial Nasional, Ahmad Ansyori SH Mhum CLA mengatakan banyak informasi positif tentang JKN tapi jarang terpantau. (tiras.co/yudhistira)

JOGJA, tiras.co – Jurnalis perlu melakukan edukasi lebih intensif mengenai Jaminan Kesehatan Nasional kepada masyarakat Banyak manfaat yang diperoleh masyarakat setelah mengikuti program JKN melalui BPJS Kesehatan namun jarang yang terpantau media massa.

”Walapun ada banyak yang harus disempurnakan dalam berbagai hal terutama pelayanan kesehatan tetapi peserta sudah pasti mendapat manfaat dari keberadaan JKN khususnya bidang kesehatan,” papar Dewan Jaminan Sosial Nasional Ahmad Ansyori SH Mhum CLA, Selasa (26/9/2017).

Ia berbicara dalam National Concutation Meeting Jaminan Kesehatan Nasional JKN – KIS Reportage di Hotel Tentrem Yogyakarta. Peserta merupakan jurnalis dari seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan atau Pusat KP-MAK Fakultas Kedokteran UGM dan GIZ.

Pada kesempatan itu, ia bersama jurnalis membahas Buku Panduan Praktis Peliputan Jaminan Kesehatan Nasional. Buku berisikan informasi lengkap tentang JKN termasuk hal-hal teknis yang selama ini belum diketahui masyarakat.

Ahmad berharap buku panduan dapat mengedukasi semua pihak tak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan siapa saja yang belum mengetahui secara pasti tentang JKN. Ia mengakui belum seluruh penduduk menjadi peserta sehingga tidak bisa merasakan manfaatnya.

Nilai Tinggi

Lebih lanjut ia menegaskan meskipun peserta BPJS Kesehatan terus meningkat dari tahun ke tahun tetapi ada yang belum tercapai. Ia mencontohkan kepesertaan Pekerja Penerima Upah sampai tahun 2016 yang belum mencapai 100 persen.

”Buku panduan hendaknya dibuat sepraktis mungkin agar gambaran tentang JKN bisa lebih dicermati agar media massa dalam membuat pemberitaan bisa gamblang dan mengedukasi masyarakat,” tandasnya.

Cut Sri Rozanna dari Deutsche Gesellschaffur Zusammenarbeit (GIZ) mengatakan JKN merupakan isu yang sangat sensitif, tidak semua orang memahaminya. Jurnalis menurutnya perlu mengasah ketajaman dalam mempublikasikan informasi terkait JKN dan berpedoman pada buku panduan yang dalam proses penyelesaian.

Menurutnya peran besar wartawan memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar tentang JKN. Karena itu perlu memahaminya mulai dari UU sampai dengan teknis pelaksanaan di lapangan yang dilakukan BPJS.

yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here