Home Berita E-ticketing Permudah Kelola Tempat Wisata

E-ticketing Permudah Kelola Tempat Wisata

59
0
SHARE
22jTIKET-FOTO
BERBINCANG: Bambang Wisnu berbincang dengan petugas retribusi.(Tiras.co/ist)

GUNUNGKIDUL, tiras.co – Calon Bupati (Cabup) Gunungkidul, Bambang Wisnu Handoyo ingin pengelolaan objek wisata nantinya menerapkan sistem e-ticketing. Dengan tiket elektronik seluruh pos pintu masuk tempat pembayaran retribusi (TPR) masuk tempat wisata akan mudah terbaca dalam sistem perangkat digital.
Menurut dia, tata kelola pariwisata kabupaten lain seperti Kabupaten Sleman dan Bantul, sistem itu sudah jalan beberapa tahun lalu. Semua pengunjung otomatis masuk akan terekam alat digital ssehingga dipastikan akan menekan tingkat kebocoran retribusi wisata.
Calon bupati Gunungkidul nomor urut 3 mengungkapkan hal itu saat mengunjungi kawasan obwis Pantai Gunungkidul. Tata kelola sektor pariwisata menggunakan e-ticketing disebutnya banyak manfaat. Pertama, pengelolaan retribusi yang lebih transparan dan penyajian data kunjungan wisata yang semakin memudahkan Pemkab Gunungkidul.
Kedua, sistem e-ticketing sudah menjadi tuntutan zaman yang memudahkan layanan pariwisata lebih profesional serta wujud pemerintah melindungi petugas manakala menghadapi “jebakan” atau “godaan” yang ditemui di lapangan. Ketiga, kabupaten yang sudah mulai menerapkan sistem digital pendapatan retribusi setiap bulan langsung terlihat melonjak naik dibandingkan sebelum menerapkan e-ticketing.

Lebih Mudah
Bambang Wisnu menyebutkan, sebenarnya sistem e-ticketing juga lebih mudah, sederhana, dan efisien. Bisa menghemat produksi cetak tiket kertas. Paling penting pada menit itu juga mesin langsung bisa merekam dan membaca dari pusat pelayanan induk, yakni Dinas Pariwisata. Tinggal operasionalisasinya menambah petugas keamanan di pos saja. Sehingga diyakini bisa lebih menghemat keuangan dari sisi belanja pegawai.
Agenda blusukan ahli tata kelola keuangan itu tidak hanya mampir di pos TPR. Ia yang diusung PDI Perjuangan ini juga menyambangi Posko Tim SAR Pantai Baron. Kebetulan, ia menaruh perhatian bagi relawan Tim SAR se- DIY agar seluruh tugas terdukung fasilitas yang lebih mamadai. Di Posko Tim SAR Pantai Baron, sempat berdialog dengan personil Tim SAR dan cek peralatan penunjang seperti radio komunikasi antar pos dan antar regu Tim SAR lintas daerah dan peralatan siaran untuk pengunjung. Dirinya mendapatkan sambutan hangat paguyuban para pedagang kuliner.
Cabup yang berpasangan dengan Benyamin Sudarmadi, bos Bakmi Jawa itu menyatakan tata kelola pariwisata harus terbangun keutuhan dan kekompakan. Pelayanan pariwisata akan menentukan kepuasan wisatawan Gunungkidul. Petugas di pos TPR, petugas keamanan, Tim SAR, Kelompok Sadar Wisata, perhimpunan pengusaha dan restoran, paguyuban pedagang, petugas pengelola parkir, dan kelompok nelayan yang ada harus kompak.
“Kekompakan pelayanan pariwisata Gunungkidul harus diwujudkan bersama-sama. Ini mengingat kunjungan wisata sesuai data tidak memenuhui target pendapatan daerah yang telah ditetapkan dan kurang sebanding dengan tingkat kemacetan arus lalu lintas di hari liburan,” tandasnya. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here