Home Berita Dukungan Pemerintah Dorong Orang Muda Tekuni Usaha Industri Kreatif

Dukungan Pemerintah Dorong Orang Muda Tekuni Usaha Industri Kreatif

427
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Dukungan pemerintah kepada industri kreatif melalui Badan Ekonomi Kreatif bisa menjadi pendorong bagi anak muda terjun menekuni bidang usaha industri kreatif. Sebab, tulang punggung perekonomian Indonesia di masa depan bergatung pada sektor ini.

“Sumber daya alam kita sudah semakin terbatas, industri kreatif akan menjadi tulang punggung Indonesia di masa mendatang,” kata Ketua Yayasan Kreatif Bangsa, Lui Saruadji dalam seminar nasional bertajuk Pengembangan Industri Kreatif Sebagai Fondasi Pembangunan Nasional di Fisipol UGM Yogyakarta, Jumat (16/11/2018).

Diakui, terjun ke industri kreatif memang tidak mudah. Namun hal itu harus dimulai dari motivasi seseorang untuk menjadi wirausaha. Sebelum menjadi pelaku kreatif seseorang harus memiliki motivasi yang kuat, dari ide harus jelas dan mau dikerjakan serta memiliki nilai tambah.

Ia menyebutkan berpikir kreatif sangat melelahkan, namun bagi mereka yang mau berpikir kreatif dan melaksanakan ide kreatif, nantinya semua kesulitan akan mudah diatasi. “Kreatif itu capek dan kita harus berpikir mendalam,” katanya.

Sementara Co-founder Chicken Crush, Stevanus Roy Saputra yang memulai usaha kuliner sejak pertengahan tahun lalu, kini memiliki 15 outlet di berbagai kota di Indoensia.

Menurutnya pendirian usaha jual ayam goreng ini berangkat dari pengalamannya melihat usaha ayam geprek yang menjamur di Yogyakarta. “Kita ingin membuat kuliner yang yang segmentasinya anak muda,” sebutnya.

Dalam pengelola usaha kuliner ini, Roy Saputra menerapkan sistem pelayanan dan menu sederhana. Namun beda dengan menu usaha ayam goreng lainnya. “Kita buat inovasi menunya hingga harganya pun ada yang murah Rp 4000 per porsi,” sebutnya.

Sedangkan Co-founder Startup Bantu Ternak, Ray Rezky menyampaikan usaha startup di bidang peternakan dirintis sejak dirinya masih duduk di bangku kuliah. Ia mengikuti binaan program Innovative Academy UGM, hingga akhirnya bisa melahirkan usaha startup untuk membantu peternak sapi potong di perdesaan. Bisa menjual sapinya langsung ke konsumen tanpa melalui banyak perantara.

Meski mengaku usaha tersebut belum optimal dari sisi bisnis, namun startup ini terus berkembang. Bahkan mereka memiliki ide untuk mengajak banyak orang untuk membantu peternak dengan menjadi investor dalam usaha penggemukan sapi milik peternak di perdesaan. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here