Home Berita DPRD DIY Baru Sepakat Kurangi Kunker ke Luar Daerah

DPRD DIY Baru Sepakat Kurangi Kunker ke Luar Daerah

268
0
SHARE
BERPOSE: Pimpinan DPRD DIY Periode 2019-2024. (tiras.co/ bambang sk)

JOGJA, tiras.co – Anggota DPRD DI Yogyakarta yang baru berkomitmen untuk lebih baik dan produktif kinerjanya dan kemanfaatan untuk masyarakat meningkat.

“Kita sepakat akan mengurangi kunjungan kerja ke luar daerah 50 persen. Agar lebih banyak ke masyarakat dan penghematan anggaran,” kata Nuryadi usai namanya ditetapkan sebagai Ketua DPRD DIY.

Melalui Rapat Paripurna dengan agenda Pengumuman dan Penetapan Nama-nama Calon Pimpinan DPRD DIY Periode 2019-2024, Selasa (17/9/2019), secara resmi ditetapkan empat nama pimpinan DPRD DIY.

Mereka adalah Nuryadi dari Fraksi PDI Perjuangan sebagai ketua DPRD DIY, didampingi tiga wakilnya masing-masing Huda Tri Yudiana dari Fraksi PKS, Suharwanta dari Fraksi PAN dan Anton Prabu Semendawai dari Fraksi Gerindra. Empat nama tersebut kemudian dikirim ke Kementerian Dalam Negeri untuk disahkan.

Hari kerja juga diwacanakan kuat untuk menambah Sabtu sebagai hari kerja. Nuryadi berharap anggota dewan tidak kenal libur, melainkan perbanyak ketemu warga untuk selesaikan masalah warga. “Itu komitmen anggota Dewan sekarang, jumlah hari kerja kita tambahkan, temu warga kita tambahkan,” katanya.

Ia menambahkan kinerja legislasi, penganggaran dan pengawasan akan ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Sedangkan terkait upaya penyelesaian masalah kemiskinan di DIY yang masih tergolong tinggi di atas rata-rata nasional, menurut Nuryadi, perlu serius diarahkan program dan kebijakan untuk mengatasi masalah itu.

Nuryadi menyoroti juga soal kesenjangan sosial, pendapatan, dan ketimpangan wilayah, di mana DIY tercatat tertinggi nasional, yang artinya DIY termasuk wilayah dengan kesenjangan tertinggi di Indonesia. Ia menegaskan maka perlu program untuk mengatasi kesenjangan pendapatan dan termasuk ketimpangan wilayah antara desa dan kota.

“Selain itu penting adanya upaya peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan, khususnya terkait akses dan kualitas pendidikan karena DIY tercitrakan sebagai Kota Pelajar,” tegasnya. (bambang sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here