Home Tekno Dosen Unsoed Kembangkan Alat Komposit Pakan Sapi

Dosen Unsoed Kembangkan Alat Komposit Pakan Sapi

775
0
SHARE
SIKAPAT
SIKAPAT: Bangun Wijayanto memperagakan penggunakan alat Sikapat. (tiras.co/prasetiyo)

PURWOKERTO,tiras.co- Seorang dosen di Teknik Informatika (TI) Fakultas Teknik (FT) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Jawa Tengah Bangun Wijayanto,ST.,M.Cs mengembangkan sebuah alat penyusun atau komposit pakan sapi.

Alat yang diberi nama SIKAPAT (Sistem Komputerisasi Pakan Ternak) tersebut mampu melakukan penyusunan komposit pakan ternak berdasarkan target berat ternak yang diinginkan serta pertimbangan harga pakan.

Penggunaan komposit pakan sebagai tambahan dalam pakan ternak sudah lazim digunakan oleh para peternak, permasalahan yang sering dihadapi adalah komposit yang digunakan adalah komposit pabrikan yang telah diracik dan memiliki harga tertentu. Peternak juga masih banyak yang awam bagaimana mencapai berat yang diinginkan dengan kebutuhan komposit yang akan diberikan.

“Cara kerja alat tersebut , pertama sikapat akan mengambil harga-harga bahan pakan ternak di internet,”ujar Bangun Wijayanto, kepada tiras.co, Jumat (15/9/2017).

Data harga tersebut kemudian dengan algoritma tertentu diolah bersama data berat dan target berat sapi serta kandungan nutrisi dan protein bahan pakan, untuk kemudian system akan secara otomatis mengeluarkan komposit pakan dengan hasil harga termurah serta memenuhi kandungan nutrisi dan protein penggemukan.

Uniknya, data data sapi tidak dimasukan manual oleh peternak tetapi menggunakan sebuah kartu RFID (Radio Frequency Identification) atau Identifikasi Frekuensi Radio) , dimana peternak cukup mendekatkan kartu RFID dari masing masing sapi ke alat SIKAPAT dengan sebelumnya data target dan identitas sapi telah dimasukan ke tiap kartu yang digantungkan ke sapi.

Untuk saat ini system tersebut menggunakan tiga bahan baku utama yakni dedak, onggok, dan bungkil. Hal tersebut didasarkan hasil wawancara dengan Dosen Fakutas Peternakan Unsoed Prof.Dr.Ir.Wardhana Suryapratama,MS pakar pada bidang ilmu Bahan Makanan Ternak.

Bangun mengungkapkan bahwa alat tersebut juga dapat digunakan untuk proses penggemukan hewan lainnya bergantung pengetahuan mengenai komposit yang ditanamkan.

Sebagai sebuah prototype alat tersebut memiliki keterbatasan yakni hanya mampu menangani berat bahan komposit maksimum 9 Kg.”Ke depan akan dikembangkan agar mampu membuat komposit yang lebih besar,”ujarnya. prasetiyo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here