Home Berita Djarot Klaim Indonesia Siap Memasuki Go Nuclear

Djarot Klaim Indonesia Siap Memasuki Go Nuclear

392
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi berharap siapa pun presidennya, pascaPilpres 2019 nanti hendaknya sudah ada rencana konkrit dari pemerintah untuk upaya penyiapan pembangunan pembangkit tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia.

“Kemakmuran rakyat masih jauh. Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, listrik harus digandakan untuk memenuhi kebutuhan industri,” kata Kurtubi dalam focus group discussion & seminar nasional infrastruktur energi nuklir di Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) BATAN Yogyakarta, Kamis (25/10/2018).

Dalam seminar mengusung tema “Diversifikasi Sumber Energi untuk Keberlanjutan Penyediaan Listrik” itu disampaikan, peningkatan ekonomi Indonesia harus dibarengi dengan tumbuhnya dunia industri. “Listrik nasional harus mampu mendorong tumbuhnya industri agar mandongkrak pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, meski program pemanfaatan teknologi nuklir untuk energi di Indonesia belum terlaksana, namun BATAN sebagai lembaga pemerintah yang salah satu tugasnya mendayagunakan Iptek nuklir, terus berupaya menyiapkan berbagai aspek pendukung program nuklir untuk energi. Salah satu upaya tersebut yakni memetakan terhadap para pemangku kepentingan yang terkait dengan program pemanfaatan teknologi nuklir untuk energi.

Menurutnya beberapa stakeholder di negeri ini telah siap menyonsong era pemanfaatan teknologi nuklir untuk industri. “Kita sudah menyusun peta pemangku kepentingan. Pihak swasta yang paling siap adalah industri non nuclear island, misalnya industri pembuat turbin, sipil, dan teknologi non reaktor lainnya,” katanya.

Djarot mengklaim dari sisi infrastruktur, Indonesia telah siap untuk memasuki go nuclear. Selain itu, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dengan regulasinya juga siap mengawal pemanfaatan teknologi nuklir untuk energi.

“Selama ini belum ada kebijakan go-nuclear dari pemerintah, sehingga pihak swasta masih enggan menuju industri nuclear island. Tetapi paling tidak, kami sudah mengajak para stakeholder untuk berdiskusi agar mereka bisa cepat beradaptasi bila kelak Indonesia menyatakan go-nuclear.”
Sementara kesiapan SDM nuklir Indonesia juga disebutkan sudah sangat siap. Setiap tahun STTN-BATAN mencetak rata-rata 100 SDM yang siap bekerja di industri nuklir. Belum lagi beberapa perguruan tinggi seperti UGM dan ITB meluluskan SDM nuklir. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here