Home Berita Diaspora Milan Menginisiasi Gerakan Cinta NKRI

Diaspora Milan Menginisiasi Gerakan Cinta NKRI

336
0
SHARE

MILAN, tiras.co – Diaspora Milan, yakni masyarakat Indonesia di Luar Negeri yang tinggal di Milan, Italia menginisiasi Gerakan Cinta NKRI. Tujuannya mendorong masyarakat diaspora untuk secara aktif memperhatikan dan sekaligus terlibat dalam penguatan ikatan NKRI yang berlandaskan Pancasila di dalam negeri.

Wasekjen Partai Nasdem, Hermawi Taslim megatakan, NKRI yang berlandaskan Pancasila dalam spirit Bhinneka Tunggal Ika dan terwujud dalam UUD NRI 1945 harus diyakini sebagai warisan yang tak ternilai bagi bangsa Indonesia. Terutama bagi generasi sekarang dan generasi-generasi mendatang. “Hanya dengan memegang teguh Pancasila yang berBhinneka Tunggal Ika, NKRI akan terus ada,” katanya Kamis (30/05/2019).

Inisiasi Gerakan Cinta Tanah Air dalam diaspora ini merupakan kesimpulan yang tumbuh dalam diskusi kebangsaan di Cafe A Tavola Milan pada Rabu (29/05/2019) malam atau Kamis dini hari di Indonesia. Diskusi selain dihadiri Hermawi Taslim dan Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) AM Putut Prabantoro, juga diikuti Alumnus Lemhannas RI – PPSA XXI. Acara dipandu Maria Ardianingtyas.

Menurut Hermawi Taslim, bangsa Indonesia di mana pun berada mempunyai hubungan batin yang erat dengan tanah airnya. Masyarakat diaspora berkewajiban menjaga Pancasila agar terus hidup dan tidak diganti oleh nilai-nilai lain yang berasal dari luar negeri, apalagi yang bertentangan dengan Pancasila.

Pilpres adalah bagian dan tahapan yg harus dilewati dalam demokrasi. Namun jika Pilpres membuat yg dekat jadi jauh, ada konflik karena ada perbedaan pilihan politik, maka menjadi tanggung jawab bersama untuk memulihkannya. Hernawi Taslim menyampaikan, biarlah Mahkamah Konstitusi (MK) yang menangani sengketa hasil Pemilu itu, dan aparat penegak hukum menyelesaikan dugaan pelanggaran hukum lainnya. “Kita tidak perlu menambah persoalan, misalnya dengan ikut-ikutan mengadukan orang lain yang diduga melakukan pelanggaran hukum terkait Pemilu. Kita bangun kembali persaudaraan serta persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa. WNI di luar negeri bisa melakukan penguatan terus terhadap NKRI, baik melalui kehidupan sehari-hari maupun cara lain,” ujar Hermawi.

Ketua Umum Forkoma PMKRI (Forum Komunikasi Alumni PMKRI) ini menegaskan pentingnya masing-masing masyarakat diaspora juga menjalankan fungsi diplomasi bagi negara dan bangsa. Dan sebaliknya para pejabat terkait perlu memberi perhatian lebih kepada masyarakat diaspora.

Sementara Putut Prabantoro menyampaikan, kekuatan Indonesia terletak pada sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia. Jika bangsa lain ingin menguasai Indonesia, persatuan Indonesia yang harus dihancurkan terlebih dulu. Dan, bangsa Indonesia dapat melihat Pilpres 2019 berdampak pada sila ketiga tersebut. “Oleh karena itu, adalah tanggung jawab bangsa Jndonesia termasuk masyarakat diaspora Indonesia untuk menginisiasi Cinta Tanah Air.”

Oleh Pancasila, lanjut Putut, kita sudah diajari pola komunikasi yang harusnya terjadi dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hikmat Kebijaksanaan dalam sila keempat sebenarnya merupakan pola komunikasi yang harusnya terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.*/bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here