Home Berita Dewan Prihatin Aksi Kekerasan Klithih

Dewan Prihatin Aksi Kekerasan Klithih

601
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Aksi kekerasan remaja yang menjurus kriminal cukup menggelisahkan. Akar permasalahan terjadinya peningkatan kekerasan di kalangan pelajar adalah tingginya angka kemiskinan di Yogyakarta, yang mencapai angka di atas 12 persen.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto menyatakan lingkaran masalah kemiskinan di Yogyakarta harus bisa di putus. Ada angka kesenjangan yang lumayan tinggi. Angka gini ratio DIY yang sebesar 0,44, tertinggi di Indonesia dan harus segera diperbaiki.

”Tingginya angka kejadian kriminalitas remaja dengan aksi klithih, Pemerintah DIY harus segera memiliki strategi guna menekan angka kekerasan dan kriminalitas remaja. Itu satu materi dalam usulan pembentukan Pansus Pengawasan, terhadap pelaksanaan Perda 2/2017. Kita ingin Jogja tertib dan taat hukum,” tandas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Komisinya mengusulkan pembentukan Pansus Pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) No 2 Tahun 2017, tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat. Usulan yang merupakan hasil keputusan rapat internal menyatakan lima hal pokok dengan target merumuskan kebijakan apa yang tepat untuk mewujudkan Jogja tertib dan taat hukum.

>Perlu Perhatian

Menurutnya ada beberapa persoalan publik yang membutuhkan perhatian dan kebijakan Pemerintah DIY guna menyelesaikan problem aksi kriminal yang dilakukan remaja. Wakil rakyat ingin tahu bagaimana realisasi peraturan sesuai amanah Perda No 2/2017 sekaligus ingin mendapatkan pendalaman penyebab aksi kekerasan dan kriminalitas remaja.

Aksi kekerasan yang dilakukan remaja dan anak-anak disebutkan sudah masuk ranah kriminal karena beberapa korban klithih ada yang meninggal dunia. Kebijakan pemerintah daerah untuk menekan angka kekerasan remaja diperlukan agar tidak terjadi lagi lebih banyak korban.

“Bagaimana dengan pelaksanaan penegakan hukum di lapangan, seperti apa rumusan kebijakan Pemerintah DIY yang tepat untuk mewujudkan Jogja tertib dan taat hukum ingin kita ketahui,” tandas Eko.

Ia menekankan semua pihak yang terkait harus saling bekerja sama agar bisa menghentikan angka kekerasan yang terjadi. Wakil rakyat menyerukan seluruh masyarakat mewujudkan Jogja Kota Pelajar dan Budaya dengan kampanye stop klithih, stok kekerasan atas nama apapun oleh siapapun.

“Kita dukung Polri tegas. Tokoh masyarakat serta orang tua harus aktif bersama-sama melakukan tindak pencegahan dengan pendidikan budi pekerti, pengawasan lingkungan serta keteladanan yang baik,” tegasnya.

yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here