Home Berita Danone Dampingi Panggungharjo Produksi R-UCO

Danone Dampingi Panggungharjo Produksi R-UCO

690
0
SHARE
Kades
Kepala Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi menunjukkan unit pengolah R-UCO. (tiras.co/kukuh s)

BANTUL,tiras.co – Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Panggung Lestari, Desa Panggungharjo, Bantul meningkatkan produksi Refined Used Cooking Oil (R-UCO) karena permintaan cukup tinggi. Sebelumnya, dengan tingkat produksi 4.000 liter per bulan, per Oktober menjadi 9.000 liter per bulan.

Kepala Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi, permintaan R-UCO tinggi ini berasal dari Danone untuk kebutuhan bahan bakar pabrik di Klaten.

R-UCO adalah hasil daur ulang minyak goreng bekas (jlantah) menjadi bahan bakar setara solar setelah melalui proses microfilterasi.

“R-UCO ini sebenarnya sudah kita produksi sejak 2014 dengan tujuan mengurangi residu sampah minyak goreng tak terpakai di alam serta penggunaan ulang di masyarakat,” jelas Yudi di sela-sela penanda tanganan ‘Kerjasama Pengembangan Minyak Jelantah Yang Dimurnikan Sebagai Penganti Solar’ Selasa (19/9/2017) di Balai Desa Panggungharjo.

Selama dua tahun, bersama dengan Danone, Bumdes Panggungharjo melakukan uji coba penggunaan R-UCO sebagai bahan bakar mesin boiler. Dari total kebutuhan bahan bakar pengoperasian pabrik setiap tahun yang mencapai 150.000 liter per tahun, 20% diperuntukkan untuk R-UCO.

Sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi, mulai bulan depan Bumdes Panggung Lestari mengoperasikan mesin baru dengan teknik cracking atau pirolisis. Dimana pembuatan R-UCO berasal dari pembakaran minyak goreng bekas dengan menggunakan sampah warga.

“Sebelumnya, perbulannya kami hanya mampu menghasilkan 4.000 liter R-UCO dengan sistem microfitrasi atau penyaringan minyak goreng bekas dalam kadar tertentu. Sistem ini dalam enam jam hanya mampu memproduksi 60 liter,” jelas Yudi.

Diharapkan penggunaan sistem pirolisis ini, peningkatan produksi bisa mencapai 9.000 liter per bulan dengan harga Rp7.500 per liter.

Disinggung mengenai kendala yang dihadapi dalam pembuatan R-UCO, Yudi menegaskan ketersediaan bahan baku adalah problem utama. Saat ini bank tilas (bekas) minyak goreng (Bank Tigor) hanya mendapatkan pasokan dari rumah tangga dari DI Yogyakarta dan sekitarnya.

Terkait dengan kerjasama ini, Sustainable Development Director Danone Karyanto Wibowo menyatakan progam ini sesuai komitmen perusahaannya menurunkan jejak karbon sebesar 29% pada 2030.

“Saat ini memang penggunan R-UCO kita campur dengan bahan bakar fosil. Tapi mulai tahun depan kita akan tingkatkan penggunaan pada mesin lain hingga 100% pada 2018’ katanya.

Karyanto juga meminta Pemda Bantul untuk membantu ketersediaan bahan bakar untuk R-UCO ini. Selain mendapatkan nilai ekonomis, karena dibeli Rp4.000 liter, penggunaan minyak goreng bekas juga menyelamatkan alam dari pencemaran.

“Ini adalah inovasi dari pembaruan energi dan kami mendukung penuh serta membuka kesempatan kepada semua orang untuk bergabung,” pungkasnya. kukuh s

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here