Home Berita Damai untuk Indonesia dari Paus Fransiskus (1)

Damai untuk Indonesia dari Paus Fransiskus (1)

241
0
SHARE
Paus Fransiskus membubuhkan tanda tangan berisi berkat damai untuk Indonesia. (tiras.co/istimewa)

VATIKAN, tiras,co – Berkat damai untuk bangsa Indonesia diberikan pimpinan umat Katolik sedunia Paus Fransiskus atas terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Berkat itu tertuang dalam kertas bertuliskan ”Pace Per Il Popolo Indonesiano – La Mia Benedizione, Papa Francesco (Damai Untuk Bangsa Indonesia – Berkatku, Papa Fransiskus)” yang ditandatangani di Vatikan, Rabu (16/10/2019).

Ketua Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) AM Putut Prabantoro dan Gora Kunjana, wartawan Investor Daily dari BeritaSatu Group bertemu langsung dan minta Paus Fransiskus membubuhkan tanda tangannya dalam tradisi audiensi umum yang jatuh setiap hari Rabu. Bagi Putut, alumnus Lemhannas RI-PPSA XXI, peristiwa itu merupakan perjumpaannya kedua dengan Paus Fransiskus, menyusul pertemuannya pertama pada 28 Oktober 2015.

Putut juga menyampaikan batik dari Indonesia yang merupakan titipan dari Ketua Forkoma PMKRI, Hermawi Taslim. Dalam audiensi itu, baik Putut maupun Gora Kunjana mengenakan busana gaya Jogja yang menarik perhatian umat yang berada di sana.

”Gagasan meminta berkat untuk bangsa Indonesia dari Paus sudah direncanakan sejak keberangkatan dari Indonesia. Meskipun kesempatan untuk bertemu Paus dalam audiesi umum yang dihadiri ratusan ribu orang sangatlah kecil kemungkinannya, gagasan untuk memohon berkat itu tetap dilakukan dengan menuliskannya pada kertas tebal,” papar Putut.

Buat Draft

Ia menceritakan malam sebelum bertemua Paus, ia bersama Sr Matilda INSC, Sr Maria Matrona Ola INSC dan Pastor Suherman Pr dari Keuskupan Tanjung Karang, yang ketiganya sedang studi di Roma, Italia, membuat draft berkat dari Paus. Akhirnya, Sr Matrona Ola diminta untuk menuliskan draft berkat yang sudah disepakati.

Putut yang juga Ketua Presidium Bidang Komunikasi Politik ISKA (Ikatan Sarjana Katolik Indonesia) menuturkan, dalam audiensi umum yang dihadiri ratusan ribu orang, setiap peziarah selalu berharap dapat menyentuh atau bersalaman dengan Paus.

Namun tidak ada seorangpun yang bisa memperkirakan apakah harapan untuk menyentuh atau bersalaman dengan Paus dapat terwujud.

”Biasanya yang akan dihampiri anak-anak kecil ketika berkeliling di tengah-tengah peziarah dengan mobil kehormatannya. Bahkan ketidakpastian ini juga dialami para peziarah yang mendapat tempat khusus di sekitar podium,” ujarnya.(bambang sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here