Home Berita Cari Pemimpin Jangan Cuma Lewat Voting

Cari Pemimpin Jangan Cuma Lewat Voting

410
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Guru Besar Fakultas Filsafat UGM Prof Dr Kaelan MS mengaku prihatin melihat generasi muda yang apatis terhadap politik, negara dan nasionalisme. Justru, mereka yang disebut generasi muda jaman now atau generasi milenial ini fanatik bermain handphone.

Demikian disampaikan dalam diskusi kebangsaan bertema “Kepemimpinan dalam Demokrasi Pancasila” yang diselenggarakan Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS) Yogyakarta di Resto Cangkir Bintaran, Yogyakarta, Sabtu (29/9/2018). Tampil pula berbicara dalam diskusi yang dimoderatori budayawan Purwadmadi itu adalah Guru Besar Ilmu Sejarah UGM Prof Dr Djoko Suryo dan anggota DPR RI Drs HM. Idham Samawi.

Prof Kaelan juga menyampaikan rasa prihatin berkait dengan pudarnya etika para pemimpin, seperti fenomena memalukan anggota dewan di daerah yang ramai-ramai melakukan tindak korupsi. Juga, dibolehkannya mantan korupor pada Pileg 2019 nanti. “Caleg yang baik-baik saja bisa korupsi. Ini jelas-jelas koruptor koq bisa mencalonkan. Jelas, ini bertentangan dengan konstitusi,” sebutnya.

Ia sebutkan, pemimpin idealnya memiliki moralitas religius, kemanusiaan dan moralitas keadilan. Yakni, keadilan baik dalam hubungannya dengan hakikat adil sila pertama maupun hakikat adil sila kelima pada Pancasila. “Pemimpin harus berlandaskan pada Pancasila,” katanya.

Sedangkan moralitas kemanusiaan sebagaimana terkandung dalam sila kedua Pancasila merupakan dasar moral pemimpin dalam masyarakat, bangsa dan negara. Menurutnya, dalam konsep Pancasila, untuk mendapatkan pemimpin yang bagus, selain perlu sistem yang baik juga perlu mendasarkan pada aspek moral.

Dalam sila keempat Pancasila, lanjutnya, juga terdapat aspek moral yakni hikmat kebijaksanaan yang mengharmonisasikan antara akal, rasa dan kehendak. Dengan begitu setiap individu akan menghargai pendapat orang lain dalam proses pengambilan keputusan atau yang dinamakan musyawarah untuk mufakat. Dalam Pancasila sendiri sudah jelas dan bulat, bahwa untuk mencari pemimpin jangan hanya melalui demokrasi kuantitatif atau voting, namun lebih penting harus melalui proses musyawarah mufakat.

Sebelumnya, Prof Djoko Suryo menyebut kepemimpinan yang berdandaskan pada Pancaslia, yakni memiliki unsur-unsur moralitas, penuh persatuan, toleran, semangat kesatuan kebangsaan, kerakyatan dan keadilan sosial. Menurutnya, pemimpin yang bermental pancasila adalah ‘menang tanpa ngasorake’ dalam proses kontestasi Pemilu. Selain itu, sistemnya hendaknya terus diperbaiki untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Prosesnya juga harus mengedepankan dialog atau musyawarah mufakat.

Sementara Idham Samawi ketika menyinggung soal kepemimpinan dalam konteks demokrasi Pancasila, mengatakan, untuk menjadi pemimpin yang baik haruslah bersih dari praktik politik uang sejak awal proses. Menurutnya, jika hal ini dilanggar maka si pemimpin akan tersandera dengan kesepakatan-kesepakatan ilegal, yang akan merugikan rakyat. Demikian juga jika rakyat dengan mudah menggadaikan suaranya hanya demi uang, maka pemimpin yang dihasilkan akan tidak amanah. Karena kalau pemimpin melakukan politik uang, ia pasti akan mencari cara mengembalikan modal yang telah dikeluarkan dengan cara korupsi.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here