Home Berita Cak Nun dan Ebiet Meriahkan Pergelaran Indonesia Bersyukur

Cak Nun dan Ebiet Meriahkan Pergelaran Indonesia Bersyukur

379
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) mengisi acara Pergelaran Seni Indonesia Bersyukur Pesan Perdamaian dari Muhi Jogja di Plaza Monumen Serangan Oemoem 1 Maret Yogyakarta, Minggu (17/3/2019) malam.

Di tengah suasana hujan deras, Cak Nun, alumni Muhi angkatan 1971 itu bercerita. Ia mengaku masih ingat dan bisa membayangkan seperti apa kondisi gedung sekolahnya waktu itu. Dinding ruang kelas terbuat dari gedhek (anyaman bambu).

Namanya juga anak SMA, wajar apabila muncul keusilan. Iseng-iseng, gedhek itu pun dithithili, dicabuti dan dipatahkan satu demi satu, hingga bisa digunakan untuk ngintip pelajar putri, saat memasuki halaman sekolah. “Zaman saya SMA, roke (siswi) semene,” ucap Cak Nun sembari menunjuk bagian di atas lutut.

Meski lokasi acara pergelaran seni digenangi air di sana-sini, kehadiran Cak Nun dan tokoh penting lainnya, termasuk Busyro Muqoddas membikin suasana menjadi lebih hangat. Apalagi saat Cak Nun bertemu di satu panggung dengan penyanyi Ebiet G Ade. Ebiet sendiri mengakui dirinya sudah sangat lama tidak bertemu sahabatnya itu. Maka sebagai obat rindu, lantas dilantunkan sebuah lagu yang liriknya diambilkan dari salah satu puisi karya Cak Nun.

“Saya sulit bertemu Cak Nun, mungkin karena pergerakan anginnya berbeda.”

Dalam pergelaran seni yang dipandu KRTM Indro (Kimpling) Suseno dan Indria Sastrotomo itu, selama 20 menit Cak Nun juga bercerita mengenai guru yang menghukumnya. Saat mengisi sesi khusus bertema Bersyukur ala Cak Nun, ia menyampaikan bersyukur tidak harus menunggu kaya. Cak Nun tidak setuju apabila rasa syukur harus berupa kegembiraan dan harta benda. Sebab ujian dan cobaan dari Allah SWT juga merupakan bentuk rasa syukur.

Pergelaran Seni Indonesia Bersyukur Pesan Perdamaian dari Muhi Jogja dibuka dengan penampilan tari Saman oleh grup Tari Saman Musa Ratu. Grup tari ini diawaki pelajar Muhi, pernah dua kali berturut-turut meraih kejuraan dunia pada event di Rusia dan Turki. Dijadwalkan Mei nanti pentas di Italia. Penampilan OM Mawes juga menambah pergelaran seni kali ini menjadi lebih bermakna, sebagai ajang bertemunya alumni Muhi dari semua angkatan. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here