Home Berita Buya Syafii Berharap Jokowi Terpilih Lagi Sebagai Presiden

Buya Syafii Berharap Jokowi Terpilih Lagi Sebagai Presiden

551
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif menilai pentingnya sila kelima Pancasila dibawa turun ke bumi. “Tidak lagi wacana turun ke bumi. Yang penting sila kelima dibawa turun ke bumi. Melawan ketimpangan sosial,” kata Buya Syafii dalam peluncuran program bertema “Mengatasi Kesenjangan Sosial di Indonesia” di Yogyakarta, Rabu (3/1/2018).

Gerakan yang diinisiasi Perkumpulan Indonesia Tionghoa (INTI) ini disebutnya sesuai dengan semangat pemerintah memeratakan pembangunan untuk keadilan sosial. Dalam acara yang diselenggarakan INTI tersebut dinilai merupakan gerakan membangun jembatan hubungan kebangsaan yang saat ini terpecah-pecah.

Buya juga berharap Presiden Jokowi nantinya terpilih untuk kedua kalinya sebagai Presiden RI. Sehingga desa tertinggal yang saat ini masih berkisar 36 persen dari 75.000 desa, akan berkurang hingga mencapai 10 persen.

Putri sulung Abdurahan Wahid, Alissa Wahid yang juga hadir, menyampaikan apa yang ingin disampaikan INTI adalah mengurangi kesejangan kemiskinan masyarakat Indonesia. Karena disebutnya negara yang maju dalam perekonomian adalah yang mampu mengatasi kesenjangan ekonomi dan ketimpangan sosial masyarakatnya. Bukan tingginya pendapatan per kapita. “Ketimpangan ekonomi dan sosial di Indonesia menduduki peringkat terburuk ke-3 di dunia, setelah Rusia dan Thailand,” sebut Alissa Wahid.

Ketua INTI Teddy Sugianto menyebutkan, saat ini polarisasi masyarakat semakin meningkat karena dipicu sentimen keagamaan usai Pilkada DKI Jakarta lalu. Ia yang baru terpilih sebagai Ketua INTI periode 2017-2022 menyampaikan program ini secara umum bergerak di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, dan kesehatan.

Enam program yang dideklarasikan, pertama program pelatihan enterpreunership di kalangan santri dan masyarakat perdesaan oleh para pengusaha INTI.Pelatihan yang diberikan tidak hanya berupa modul-modul saja, namun juga pendampingan sampai usaha tersebut berjalan.

Sedangkan akses pasar untuk produk yang dihasilkan menjadi program kedua. Ketiga, program pertukaran duta bangsa ke negara-negara maju lainnya, terutama China yang diramalkan menjadi negara penguasa ekonomi besar. Keempat, pelatihan bahasa Mandarin hingga pengiriman pelajar ke China. Karena menurutnya dengan kemampuan bahasa Mandarin, Indonesia akan memiliki tenaga andal menyambut pasar bebas. Kelima, pelatihan kepimpinan tingkat pemuda dengan memberikan berbagai beasiswa dari INTI. Dan program keenam, pengentasan kemiskinan dengan target mengurangi jumlah desa tertinggal hingga 10 persen.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here