Home Kisah Nyata Budhe Ana, Wanita Ramah Penjual Makanan di Depan Sekolahku

Budhe Ana, Wanita Ramah Penjual Makanan di Depan Sekolahku

711
0
SHARE
Budhe Ana berjualan di warung miliknya (foto rere)

SLEMAN, tiras.co – Mariana Rudatin begitulah nama lengkapnya. Wanita berusia 42 tahun ini berprofesi sebagai pedagang makanan di depan Sekolah Mangunan, Kali Tirto RT 6/RW 15, Berbah , Sleman. Tapi, di kalangan siswa Sekolah Mangunan ibu dua anak ini lebih akrab disapa Budhe Ana.

Budhe Ana mulai merintis usahanya sejak 6 tahun silam, tahun 2012. Niatnya berdagang adalah panggilan mulia seorang ibu, yakni ingin mencari penghasilan untuk membantu menafkahi dua anaknya yang kini masih duduk di bangku sekolah. Ketin siswa kelas 4 SMKN 2 Depok, Sleman dan Krisna yang masih kelas 1 SD.

Di warung miliknya, yang memanfaatkan teras rumah, Budhe Ana menjajakan aneka makanan dan minuman yang harganya terjangkau uang jajan siswa. Es jus berkisar antara Rp 2 ribu sampai Rp 6 ribu. Es campur lebih murah, antara Rp 2 ribu – Rp 4 ribu. Sedangkan Roti bakar, sosis, dan kentang goreng dimulai dari Rp 2 ribu. Oya, selain itu Budhe Ana juga menjual gas elpiji seharga Rp 22 ribu dan juga pulsa.

Penghasilan Budhe Ana tidak bisa diperkirakan secara pasti. “Ya, kira-kira sehari bisalah mendapat Rp 70 ribu. Kadang bisa lebih, kadang juga bisa kurang,” ujar Budhe Ana saat ditemui di warungnya, Jumat, 26 Oktober 2018. Saat itu Budhe Ana sedang membuat pesanan es jus dari pelanggannya.

Budhe Ana adalah seorang ibu dengan semangat kerja tinggi. Pagi sudah menyiapkan sarapan dan kemudian berbelanja dagangan. Setelah itu beres-beres rumah dan mulai berdagang sambil menyiapkan makan siang untuk keluarga. Sore kembali beres-beres rumah usai berjualan. Dan malam mengecek dagangan yang harus dilengkapi untuk keesokan harinya. Begitulah keseharian Budhe Ana.

Wanita ramah berkulit kuning, berambut lurus, panjang sedikit melebihi bahu ini mengaku sering merasa khawatir saat musim penghujanan datang. Karena warung miliknya menjadi sepi pembeli. “Anak-anak sekolah biasanya enggan keluar halaman sekolah. Itu barangkali dukanya,” ujar Budhe Ana.

Kalau harapan? Sambil tersenyum Budhe Ana mengatakan, ”Harapannya tentu saja warung ramai dan laris. Dan bisa menambah jumlah dagangannya.” Aya dan rere

*) Aya dan Rere adalah Siswa SMP Eksperimental Mangunan, Berbah, Sleman yang mengambil mata pelajaran ekstra kurikuler Jurnalistik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here