Home Berita BPBD Sleman Droping Air ke Padukuhan Jali Gayamharjo

BPBD Sleman Droping Air ke Padukuhan Jali Gayamharjo

266
0
SHARE
DROPING AIR: Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menuangkan air ke dalam jerigen milik warga. (Tiras.co/Ambardi)

SLEMAN, tiras.co – Untuk meringankan beban warga Padukuhan Jali, Desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Jumat (20/9/2019) melakukan droping air ke padukuhan tersebut.

Selain droping air Pemkab Sleman menjajikan akan segera memberi bantuan pompa air beserta alat kelengkapanya, denmgan harapan setiap musim kemarau, warga tidak lagi kesulitan dalam mendapatkan air bersih.

Datangnya bantuan air bersih untuk warga Padukuhan Jali, ini disambut gembira oleh wartga setempat. Selain dituang dalam tempat tandon air, bantuan air bersih tersebut juga langsung diberikan kepada warga yang membawa ember atau tempat air lainnya.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Joko Supriyanto, droping air bersih di wilayah Desa Gayamharjo ini sebanyak 9 tangki dan bantuan ini merupakan bantuan yang keenam kalinya, dengan total bantuan sebanyak 36 tangki.
Tetapi, selain dari BPBD Kabupaten Sleman, warga juga telah berulangkali menerima bantuan air bersih dari pihak lain.

Joko Supriyanto juga menyebutkan bahwa untuk mengatasi kekeringan di Prambanan, pada musim kemarau ini, BPBD Sleman menyiapkan air bersih sebanyak 300 tangki dan sampai saat ini baru diperbantukan sebanyak 60 tangki.

Sementara Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengatakan untuk mengatasi masalah kekurangan air bersih di Padukuhan Jali, Gayamharjo, Pemkab Sleman akan segera memberi bantuan pompa air beserta perangkat pendukung lainnya.

Dengan bantuan pompa tersebut diharapkan, nantinya tidak ada lagi droping air ke wilayah Prambanan. Akan tetapi, menurut Muslimatun, bantuan itu tidak akan berarti jika pompa yang dibantukan tidak dipelihara dengan baik, dan warga juga tidak bijaksana dalam menggunakan air.

Oleh karena itu, Muslimatun meminta, semua warga Kabupaten Sleman, khususnya warga yang tinggal di wilayah kekurangan air, harus bijak dalam memanfaatkan air. Selain tidak boros dalam memanfaatkan air, warga yang tinggal di wilayah sulit mendapatkan air bersih juga diminta membuat bak penampungan air hujan.

Dengan tampungan tersebut, maka bila musim hujan, air hujan dapat ditampung di tampung di tempat tandon air, yang kemudian air hujan tersebut dapat dimanfaatkan pada musim kemarau.

Pada kesempatan itu pula Wakil Bupati Sleman juga menyerahkan bantuan 20 unit bronjong besi, yang rencananya akan digunakan untuk sarana penahan tanah longsor pada musim hujan nanti.

Sedang pemasangan bronjong pada tebing yang dinilai rawan longsor itu, akan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat padukuhan Jali, dan ditargetkan pemasangan bronjong tersebut selesai sebelum musim hujan tiba. (ambardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here