Home Berita Bogasari Gelar Expo Foodpreneur di Jogja City Mall

Bogasari Gelar Expo Foodpreneur di Jogja City Mall

607
0
SHARE
bogasari
BELAJAR: Pengunjung expo bisa belajar di baking calss Bogasari. (tiras.co/bambang sk)

JOGJA, tiras.co – Untuk kali pertama, PT Indofood Tbk Divisi Bogasari menggelar Bogasari Expo (Bogex) di Yogyakarta. Selain sebagai apresiasi terhadap pertumbuhan usaha makanan berbasis terigu di Yogyakarta, Bogasari juga melihat besarnya potensi dan kreativitas anak-anak muda di Yogyakarta.

Mengusung tema Bogasari Expo Foodpreneur, Bogasari menginspirasi secara nyata kepada anak-anak muda generasi millenials untuk menjadi pelaku usaha baru di bidang makanan berbasis terigu. “Lewat berbagai kegiatan di Bogex ini, diharapkan akan lahir new foodpreneur. Kami targetkan 30 pengunjung dalam Bogex 2017 ini,” kata Ivo Ariawan Budiprabawa, Vice President Commercial Bogasari di Jogja City Mall, Jumat (8/12/2017).

Bogasari Expo berlangsung selama tiga hari hingga Minggu. Kegiatan berlangsung selama 12 jam dari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Selain pelatihan cara membuat resep dan memasak makanan yang enak dan lezat, peserta juga diajarkan peluang bisnis yang menguntungkan. “Ini kesempatan bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya untuk membuka usaha di bidang kuliner,” sebutnya.

Dalam Bogex tersebut menyediakan 3 kelas pelatihan semi hands on dengan kapasitas per kelas 12 orang. Setiap hari, masing-masing kelas menyediakan 6 resep pelatihan yang dipandu langsung oleh baker ahli dari Bogasari Baking Center (BBC). ‘Total daya tampung seluruh kelas selama 3 hari adalah 648 orang dengan biaya per resep Rp 45 ribu. Lewat berbagai kegiatan di Bogex ini, diharapkan akan lahir new foodpreneur.

Ivo melihat potensi anak muda untuk menjadi pengusaha di sektor makanan berbasis terigu sudah tampak dalam daftar UKM Mitra Bogasari yang tergabung dalam keanggotaan Bogasari Mitra Card (BMC). Buktinya, hampir 3 ribu UKM mitra Bogasari yang menjadi anggota BMC berusia di bawah 35 tahun. Mulai dari UKM bakeri, mie, pastry, pancake, cake, dan jajanan pasar. “Dan kalau dilihat dari kategori usia 35-45 tahun hampir mencapai 9 ribu orang,” sebutnya.

Keberadaan orang muda yang berusia 35 tahun ke bawah juga tampak di wilayah Provinsi DIY dan sekitarnya. Dari sekitar 1.700 UKM Mitra Bogasari di DIY, hampir 20 persen adalah mereka yang berusia 35 tahun ke bawah. “Untuk kelompok usia 35-45 tahun kurang lebih 45 persen,” jelasnya.

Bogasari juga melihat besarnya kecenderungan generasi millenials untuk berprofesi sebagai entrepreneur. “Kegandrungan dan kemahiran generasi millenials di dunia digital menjadi modal utama untuk menjadi pemain baru di era ekonomi digital,” tambahnya.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here