Home Berita BOB Sinergikan SDM untuk Percepatan Pembangunan Pariwisata

BOB Sinergikan SDM untuk Percepatan Pembangunan Pariwisata

309
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Glamorous Camping (Glamping) De’Loano terletak di Loano Purworejo Jawa Tengah, diresmikan pada 14 Februari 2019. Keberhasilan pembangunan nomadic tourism ini tak lepas dari tangan dingin para sumber daya manusia (SDM) Badan Otorita Borobudur (BOB).

Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap area tersebut mampu menyajikan hal baru dan mendongkrak perekonomian masyarakat di area sekitarnya. Untuk mendukung itu, pengembangan Glamping harus terus dilakukan. Misalnya dengan menyediakan atraksi forest orchestra dan mendatangkan artis terkenal. Hal itu diyakini mampu menyedot minat wisatawan. Pada akhirnya, diharapkan untuk menambah kunjungan wisatawan ke area sekitar De’Loano.

Direktur Pemasaran Pariwisata BOB Agus Rochiyardi memaparkan keberadaan BOB tak lepas dari tujuan untuk membuat pariwisata sebagai core economy di Indonesia. Pertumbuhan devisa dari dunia pariwisata tercatat terus meningkat setiap tahun. Hal ini tentu menjadi peluang untuk ditangkap oleh pemerintah. “Ada target untuk membuat 10 Bali baru karena selama ini orang tahu Indonesia adalah dari Bali,” sebut Agus Rochiyardi kepada tiras.co, Jumat (28/6/2019).

Menurutnya, untuk mewujudkan itu maka harus dilakukan percepatan pembangunan. “Untuk bisa mencapai percepatan pengembangan pariwisata dibutuhkan pengelola yang sudah berpengalaman. Tujuannya agar mampu berlari, enggak menunggu. Nah, di BOB ini semuanya sudah punya pengalaman dalam pengembangan kawasan pariwisata,” kata dia.

Melalui Glamping, lahan seluas 309 hektar akan dikembangkan menjadi pariwisata berkelanjutan. Destinasi wisata yang bertema cultural ecotourism ini tidak hanya menjadi solusi sementara untuk menggenjot angka kunjungan wisatawan. Namun juga dapat menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga sekitar . “Glamping merupakan solusi sementara untuk selamanya,” paparnya.

Latar Belakang

BOB, lanjut dia, memiliki SDM mumpuni seperti Direktur Utama BOB Indah Juanita yang berpengalaman sebagai Direktur Garuda Wisnu Kencana (GWK), Badung, Bali; pimpinan proyek di kawasan pariwisata Mandalika hingga Deputi Project Director KEK Pariwisata Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Ada pula Y. Sigit Widiyanto yakni Direktur Keuangan, Umum dan Komunikasi Publik. Ia berpengalaman di Direktorat Perfilman Kemenpar; Asdep Hubungan Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar dan Asdep SDM Aparatur Kemenpar.

Sedangkan Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BOB Bisma Jatmika berpengalaman sebagai Tim Ahli Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah IV Jawa Barat; Dosen Tetap Universitas Garut; Kepala Divisi Tresuri Direktorat Keuangan Trans Pacific Group, dan Credit Officer segmen menengah BNI.

Sementara, Agustin Peranginangin yang merupakan Direktur Destinasi Pariwisata BOB sampai saat ini menjadi Komisaris Utama PT Arka Dharma Nusantara, Bandung. Ia berpengalaman sebagai Direktur Operasional PT Citra Pamungkas Mandiri, Bandung, Jawa Barat.Selain itu, Agus Rochiyardi berpengalaman sebagai Presiden Direktur PT Seabreez Indonesia; Direktur PT Lintas Sertifindo Unggul; Corporate Secretary PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk; Owner English Course ‘English Fun dan Owner Heliosmart.

Agus berpendapat agar bisa bersinergi diperlukan tujuan dan gerak kaki yang sama. Semua bagian harus bisa saling melengkapi sehingga tidak ada sektoral. Berbekal pengalaman yang dimiliki, para punggawa di BOB pun tak kesulitan menyesuaikan diri dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang dicanangkan. “Kita harus bisa memahami karakter masing-masing orang dari semua lapisan agar kita bisa pas dalam bersikap. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan sendiri. Jadi bagaimana caranya harus saling mendukung dan melengkapi satu sama lain,” ujarnya. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here