JOGJA, tiras.co – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Yogyakarta AKBP Khamdani mengharapkan para pengguna atau pemakai narkoba kembali sadar dan mau melaporkan diri ke puskesmas atau rumah sakit untuk direhabilitasi. Sehingga angka penyalahgunaan narkoba di kota ini harapannya kian lama mengecil dan di kota pelajar ini akan bersih dari narkotika.
“Pengguna narkoba berhak menjadi pulih, maka bisa mengajukan untuk direhabilitasi. Asal bukan pengedar, mereka tidak akan ditindak karena bukan pelaku kriminal,” kata Khamdani dalam workshop penguatan kapasitas kepada insan pers di Yogyakarta, Rabu (18/8/2021).
Acara mengusung tema Sinergitas Media dalam Mendukung Kampanye P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika). Workshop juga menampilkan pembicara Ketua PWI DIY Hudono serta Kepala Bidang Informasi dan komunikasi Publik Kota Yogyakarta Edy Sugiharto.
BNN Kota Yogyakarta pada tahun 2019 menangani 118 kasus narkoba, dan tahun berikutnya meningkat menjadi 123 kasus. Untuk tahun 2021 BNN Kota Yogyakarta telah mengungkap 2 kasus.
“Kondisi pandemi Covid-19 saat ini tidak terlalu berpengaruh. Kita tidak pernah kendur dalam pemberantasan narkoba,” ujarnya.
Disebutkan jenis narkoba yang biasa dikonsumsi para pengguna biasanya jenis ekstasi, ganja dan sabu. Dengan pengguna pertama usia belasan tahun dan pengguna narkoba terbanyak di usia produktif antara 35-44 tahun. Diakui untuk Kota Jogja sendiri volume penggunaan narkoba relatif kecil, ukurannya hanya gram saja.
“Di Yogya biasanya beredarnya pahe (paket hemat). Barang bukti biasanya tidak besar secara umum,” sebutnya seraya mengingatkan agar warga jangan coba-coba menggunakan barang haram tersebut.
Soal narkoba masuk sekolah, menurut Khamdani itu biasanya terjadi di kelompok pergaulan kecil anak sekolah. Ada yang dikasih orang yang lebih dewasa. “Orangtua harusnya kepo, sekali waktu periksa tak sekolah anaknya. Keluarga jangan jadi titik lemah,” ujarnya.
Ia menilai peran serta masyarakat dalam upaya pemberantasan narkoba perlu ditingkatkan. “Orang biasanya tahu ada yang menggunakan narkoba, tapi tidak berani melaporkan ke aparat. Mereka tidak berani ambil risiko,” jelasnya.
bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here