Home Berita Benyamin Janjikan Lapangan Kerja

Benyamin Janjikan Lapangan Kerja

45
0
SHARE
4Kerja
CALON PEMIMPIN: Pasangan BaBe yang pas sebagi calon pemimpin Gunungkidul. (Foto:ist)

GUNUNGKIDUL, tiras.co – Di tengah pandemi Covid-19 ini Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kabupaten Gunungkidul nomor urut 3, Benyamin Sudarmadi berniat memberi solusi permasalahan orang muda Gunungkidul akan ketersediaan lapangan kerja.
Di berbagai kesempatan bertemu dengan kelompok masyarakat program prioritas lapangan kerja juga dikemukakan di acara Debat Putaran II Cawabup Gunungkidul yang diselenggarakan KPU melalui Stasiun TVRI, Selasa (3/11/2020) malam.
Cawabup Benyamin memaparkan, tiga periode memimpin wadah organisasi perantau bernama Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG).
Dirinya yang putra daerah mengetahui lapangan kerja ini menjadi kebutuhan utama bagi anak-anak muda di Gunungkidul. Sehingga jangan sampai mereka urban ke kota besar hanya untuk mendapat pekerjaan.
“Kalau nanti mendapat kepercayaan masyarakat, komitmen itu akan segera saya wujudkan di tahun pertama. Karena memang itu prioritas program saya bersama Pak Bambang Wisnu Handoyo di Pilkada kali,” tandasnya.
Ia menjelaskan sudah 18 mitra pengusaha di Jakarta berminat bisa produksi langsung di Gunungkidul maupun siap menampung produk setengah jadi yang dihasilkan dari pekerja Gunungkidul.
Para pengusaha mitra bisnis di Jakarta yang disebut adalah pengusaha nasional. Ada yang sudah menyanggupi, malah sudah berkomunikasi langsung dengan pihak kelurahan untuk mendapatkan lokasi lahan desa yang cocok. Ada pula yang masih mengkaji ketentuan rencana tata ruang daerah Gunungkidul. Malah, ada yang sudah meminta untuk dipersiapkan mentalitas sumber daya tenaga kerjanya.

Kualitas SDM
Cawabup yang juga CEO Kaesa Group itu, mengatakan mempersiapkan kualitas sumber daya tenaga kerja yang terampil dan terlatih dirasakan jauh lebih sulit dibanding mendatangkan investor. Karena itulah pihaknya giat melakukan banyak pelatihan usaha dari mulai pelatihan teknologi informasi hingga mempersiapkan tenaga kerja yang andal. Belum lama ini Cawabup nomor 3 juga tampil di depan anak muda yang berminat membuka wirausaha sebagai narasumber exclusive workshop bertema “Golek Duit Ning Gunungkidul ala Mas Ben”.
Duet Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi di Pilkada Gunungkidul dinilai publik sebagai paslon paling kompak. Paslon akrab ini disebut BaBe (Bambang-Benyamin). Paslon dinilai paling ideal dalam mengatasi persoalan kesejahteraan masyarakat Gunungkidul. Bambang memilki rekam jejak ahli tata pemerintahan yang selama 20 tahun mendapat kepercayaan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Bawono X sebagai Bendahara Daerah Pemerintah DIY, sedangkan Benyamin seorang pengusaha sukses.
Publik banyak menaruh harapan duet Babe ke depan dapat menyusun kebijakan lebih strategis dalam pemulihan ekonomi rakyat masa Pandemi Covid-19 yang berdampak bertambahnya pengangguran dan lesunya usaha rakyat. Meski dikenal sebagai pengusaha, Benyamin memiliki keunggulan dalam orientasi mewujudkan tata pemerintahan yang bersih, efektif, dan efisein.
Menurutnya, tata pemerintahan berbasis teknologi harus sudah berani dimulai Gunungkidul ke depan, utamanya untuk kepentingan jalannya monitoring program pemerintah. Tak hanya itu, Cawabup berpengalaman tidur di 144 desa di Gunungkidul memiliki komitmen ke depan akan bekerja melayani rakyat mulai pukul 06.00 sebagai wujud membangun ruang dialog tanpa jarak dengan rakyat.
Direktur Lembaga Strategi Nasional (LSN), Aryfa’id mengatakan, sosok pemimpin ideal menjawab persoalan di Gunungkidul memang kolaborasi birokrat dan pengusaha. Agenda reformasi biorokrasi berjalan saat ini sudah mengarah pada era reiventing governance. ”Era saat ini yang dibutuhkan sudah mewirausahakan birokrasi atau reiventing governance. Ini yang diinginkan masyarakat. Tidak cukup hanya memperbaiki tata pemerintahan, tetapi juga memulihkan ekonomi rakyat pasca pandemi Covid dengan kaya terobosan dan kaya inovasi,” tutur Aryfa’id.
Tampilnya mantan pejabat Pemerintah DIY Bambang Wisnu Handoyo yang tertantang memilih ikut kontestasi politik di kabupaten yang angka kemiskinannya 16 persen. Menurutnya, Gunungkidul menjadi tantangan tersendiri karena kabupaten terluas di DIY yang harus banyak menemukan terobosan dan inovasi tata kebijakan keuangan daerah harus lebih besar untuk publik dibanding belanja pegawai.
Wakil Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DPC PDI Perjuangan Gunungkidul, Endro Tri Guntoro menyebutkan, salah satu keputusan politik menugaskan Bambang Wisnu dan Benyamin untuk pemimpin baru Gunungkidul. Juga mendasar pada kebutuhan pembangunan dan komitmen memajuan daerah dengan orientasi capaian target yang jelas.
bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here