Home Berita Benahi Kurikulum Ekstrakurikuler

Benahi Kurikulum Ekstrakurikuler

212
0
SHARE
Ketua FMM Peduli Pendidikan DIY, Waljito (tengah) saat memberi keterangan pers. (tiras.co/bambang sk)

JOGJA, tiras.co – Front Masyarakat Madani DI Yogyakarta (FMM DIY) Peduli Pendidikan mendesak kalangan pendidikan membenahi kurikulum pendidikan terkait kegiatan ekstrakurikuler siswa di luar kelas. Ini agar kejadian susur sungai di Kali Sempor, Sleman yang berakibat tewasnya sepuluh siswi SMPN 1 Turi, tidak terulang lagi.

”Kami mendesak pihak pendidikan membuat sebuah kurikulum yang lebih baik, kaitan SOP (standar operasional prosedur) kegiatan ekstrakurikuler siswa di lapangan,” kata Ketua FMM DIY, Waljito SH kepada pers di Kampung Mataraman Yogyakarta, Kamis (27/2).

Menurut dia, mengadakan kegiatan susur sungai yang berpotensi membahayakan keselamatan pesertanya, harus ada rekomendasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim SAR. Perlu sinergitas antarlembaga penanggulangan bencana, sehingga ada pendampingan.

Luar Biasa

Dalam kasus susur sungai yang menewaskan sepuluh siswi SMPN 1 Turi ini, pihak kepolisian telah menetapkan dan menahan tiga tersangka pelakunya, yakni pembina Pramuka dari sekolah tersebut. Terkait dengan polemik penggundulan tiga tersangka pelakunya yang santer diperbincangkan masyarakat.

Waljito minta jangan ada intrik, timbul polemik, sehingga isunya berubah. ”Sepuluh nyawa itu menumbuhkan trauma luar biasa, baik bagi keluarga yang ditinggalkan maupun masyarakat,” tandasnya.

Sebagai Front Masyarakat Madani dan Forum Penduli Pendidikan, Waljito menekankan jangan ada pihak-pihak yang justru mencoba memperkeruh upaya penegakan hukum, dengan memunculkan masalah penggundulan.

”Urusan penggundulan kepada tiga tersangka itu tentunya sebagai pembeda antara tersangka dan masyarakat biasa. Maka, jangan ada intervensi-intervensi yang bisa mengaburkan esensi hukum,” tegasnya.(bambang sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here