Home Berita Belasan ‘Ogoh-ogoh’ Ramaikan Pawai di Malioboro

Belasan ‘Ogoh-ogoh’ Ramaikan Pawai di Malioboro

587
0
SHARE
Pawai ogoh-ogoh

JOGJA, tiras.co – Belasan ‘Ogoh-ogoh’ ramaikan pawai seni dan budaya di sepanjang Malioboro, Sabtu (10/3/2018 ) sore. Pawai digelar Panitia Nyepi DIY, dalam rangkaian menyambut upacara Nyepi 1940/2018.

Pawai yang juga disaksikan turis asing diikuti 25 kelompok pemuda lintas agama dan komunitas seni, dibantu Dinas Kebudayaan Sleman, Bantul, Kereta Jaganatha Asrahm Narayana Smrti serta Mahasiswa Hindu dari berbagai Universitas di Yogyakarta. Kegiatan ini disambut antusias warga yang berdiri berjajar di sepanjang Malioboro. Selama di perjalanan, Ogoh-ogoh dan peserta pawai menari mengikuti suara gamelan yang ditabuh para pemuda-pemudi Hindu yang sedang studi di Yogyakarta.

I Nyoman Santiawan, Koordinator Pawai Seni dan Budaya menjelaskan, pawai ini merupakan salah satu rangkaian upacara Nyepi yang akan dilakukan pada 17 Maret 2018 mendatang. Usai pawai, Minggunya dilanjutkan upacara Melasti atau labuhan di Pantai Parangkusumo, Bantul.

Pawai seni dan budaya bertema ‘Dengan Pawai Seni dan Budaya, Kita Mantapkan Kerukunan dan Persaudaraan Sejati’. Melalui kegiatan ini diharapkan akan terbangun semangat persaudaraan sejati dan menjunjung tinggi toleransi antarkelompok masyarakat di Yogyakarta. Selain itu, untuk semakin memupuk kesadaran akan keberagaman, baik suku, agama, ras maupun golongan. Acara bakal dilanjutkan Tawur Agung yang akan digelar pada 16 Maret 2018 di Pelataran Candi Prambanan.

Menurut I Komang Kesuma, Ketua Nyepi Wilayah DIY, sebelum memasuki tahapan Nyepi diselenggarakan upacara Tawur Agung Kesanga di halaman Candi Prambanan, bertujuan melakukan penyelarasan/harmonisasi dari lima unsur alam dan diri manusia (Panca Maha Bhuta).

Dengan penyelarasan itulah maka suasana kondusif, tenang dan harmoni akan selalu tercipta, baik pada saat melakukan perenungan maupun sepanjang hari pada tahun berikutnya. Simbol dari Panca Maha Bhuta itu kemudian dipersonifikasi dalam wujud Ogoh-Ogoh. Melalui kegiatan ini diharapkan memunculkan kesadaran baru, mengingat manusia selalu hidup berdampingan dengan sifat-sifat negatif.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here