Home Berita Belajar Mengelola Sampah di Malang

Belajar Mengelola Sampah di Malang

243
0
SHARE
Salah satu lokasi yang sempat dikunjungi rombongan wartawan unit DPRD DIY. (tiras.co/istimewa)

MALANG, tiras.co – Selama ini penanganan sampah di Kota Malang, Jawa Timur dinilai berhasil dan menjadi percontohan daerah lain. Salah satu bank sampah di Kota Malang sangat terkenal, terbaik di tingkat Asia Pasifik.
”Kami meniru dari Bank Sampah Gemah Ripah Kabupaten Bantul yang didirikan Bambang Suweda sebagai cikal bakal bank sampah. Karena itu, Rakornas Bank Sampah pertama di Kota Yogyakarta,” papar Sekda Kota Malang, Wasto saat menerima kunjungan wartawan unit DPRD DIY di Balai Kota Malang, Kamis (31/10/2019).

Ia menyebutkan, omset bank sampah di Kota Malang mencapai Rp 300 juta per bulan, dengan sekitar 30.000 nasabah. Salah satu kunci keberhasilan Kota Malang dalam pengelolaan sampah yakni menggugah partisipasi masyarakatnya, dan Pemkot tinggal menjalankan fungsi pembinaan dan pendampingan.

Ia menjelaskan Pemkot Malang meluncurkan bank sampah pada 17 Agustus 2011, dengan membentuk koperasi sebagai wadah, melibatkan warga yang berjiwa sosial. Bisnis sampah ternyata sangat menguntungkan. Ada yang mendirikan masjid dari hasil pengelolaan bank sampah.

Kepedulian Tinggi

Kepala Bidang Kemitraan dan Kerjasama DLH Kota Malang, Rahmat mengatakan masyarakat RT dan RW punya kepedulian tinggi dalam mengelola sampah. Setiap tahun minimal empat RW terbaik pengelola bank sampah dilombakanan. Ibu-ibu PKK yang menggerakkan bank sampah di RT/RW.

Menurutnya, pengaturan harga berbagai jenis sampah organik sangat detail, sehingga ada kepastian dan kesamaan harga ketka masyarakat menyetor sampahnya ke induk bank sampah koperasi yang diinisiasi Pemkot setempat. Satu-satunya kota yang memiliki katalog harga sampah adalah Kota Malang.

Kabag Humas dan Protokol Setwan DPRD DIY, Budi Nugroho yang memimpin kunjungan rombongan mengatakan, dipilihnya Kota malang menjadi ajang ngangsu kawruh karena kota tersebut menjadi satu-satunya daerah percontohan untuk pengelolaan sampah.
Usai di Balai Kota Malang, rombongan langsung meninjau Induk Bank Sampah Pemkot Malang, juga menyempatkan ke Museum Angkut dan wisata ke Kampung Warna Warni Jodipan.(bambang sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here