Home Berita BATAN Kaji Limbah Radioaktif Jadi Baterai Nuklir

BATAN Kaji Limbah Radioaktif Jadi Baterai Nuklir

697
0
SHARE
Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto didampingi para peneliti PTLR BATAN. (bambang sk}

JOGJA, tiras.co – Pusat Peneliti Limbah Radioaktif (PLTR) Badan Nasional Teknologi Nuklir (BATAN) kini tengah mengkaji untuk mengembangkan pemanfaatan limbah radioaktif menjadi baterai nuklir.

“BATAN baru akan mengkaji terhadap pemanfaatan limbah radioaktif untuk dijadikan bahan pembuatan baterai nuklir,” kata Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto di sela-sela Rakor pengelolaan limbah radioaktif di Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) BATAN Babarsari, Yogyakarta, Kamis (19/4/2018).

Didampingi peneliti BATAN Winter Dewayatna, peneliti baterai Sudaryanto, Deputi Teknologi Energi Nuklir Suryantoro, dan Kepala Pusat Teknologi Limbah Radioaktif Husen Zamroni. Ia selanjutnya menjelaskan, pihaknya baru akan mengkaji pemanfaatan limbah radioaktif menajdi baterai nuklir. Ini karena peraturan pemanfaatan kembali limbah radioaktif baru saja dikeluarkan. “Sehingga ke depan, limbah yang terkumpul di PTLR dapat dimanfaatkan,” katanya.

Djarot berharap, baterai nuklir ini ke depan selain mendukung system pertahanan, juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber listrik di daerah terpencil di kawasan Indonesia.

Diakui, ide pembuatan baterai nuklir ini, sebenarnya meniru yang dilakukan Lembaga Antariksa NASA dengan baterai nuklirnya untuk sumber daya pesawat penjelajah ruang angkasa. Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, baterai nuklir ini tahan lama dengan masa pakai yang panjang.

“Saat ini kami sedang mengembangkan baterai nuklir dengan memanfaatkan berbagai limbah radioaktif yang diperoleh dari 15.000 instansi pengguna di Indonesia,” jelasnya.

Sesuai PP 61 Tahun 2013 tentang Pengelolahan Limbah Radioaktif, BATAN melalui PTLR mengelolah limbah radioaktif berjumlah 3.000 buah menjadi barang daur ulang. Baterai nuklir dari limbah radioaktif ini akan memiliki banyak manfaat, terutama bagi daerah terluar dan terpencil sebagai sumber energy listirk,” jelasnya.

Meski demikian, lanjutnya, penggunaan baterai nuklir ini harus dengan syarat tingkat keselamatannya terjamin. Selain keamanan, tantangan yang dihadapi dalam pengembangan baterai nuklir ini adalah modifikasi bentuk baterai nuklir yang harus disesuaikan kebutuhan. Untuk itu, kini tengah dilakukan penelitian mengenai hal tersebut.

Kepala PTLR BATAN, Husen Zamroni menjelaskan, daya listrik yang dihasilkan baterai nuklir tergantung pada daya radiasinya. “Makin besar daya radiasi, maka akan kian besar pula daya listrik yang dihasilkan,” sebutnya.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here