Home Berita Batan Gelar Temu Pelanggan & Canangkan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi

Batan Gelar Temu Pelanggan & Canangkan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi

449
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Untuk lebih mendekatkan diri ke masyarakat, Badan Tenaga Nuklir (BATAN) menggelar temu pelanggan di Auditorium Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) Jalan Babarsari, Yogyakarta, Senin (01/04/2019). Bersamaan itu juga dicanangkan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) untuk kawasan nuklir Yogyakarta.

Kegiatana yang diselenggarakan STTN dan Pusat Sains dan Teknologi Akseralator (PSTA) itu menjadi rangkaian Peringatan 40 Tahun Reaktor Kartini. Ketua STTN, Edy Giri Rachman Putera menjelaskan, gelaran temu pelanggan diikuti sejumlah institusi pendidikan, pemerintah, industri, swasta, rumah sakit, kelompok atau komunitas, lintas sektoral dan masyarakat. Tujuannya untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan yang diberikan BATAN kepada pelanggannya. .

Melalui temu pelanggan tersebut juga dimaksudkan untuk mendapatkan umpan balik (feed back) dan saran perbaikan terhadap layanan yang diberikan kepada masyarakat. “Forum ini juga sebagai jembatan antara BATAN dengan pelanggan dalam menyampaikan aspirasi untuk perbaikan layanan, khususnya PSTA dan STTN,” kata Edy Giri.

Ia sebutkan, layanan PSTA dan STTN yang diberikan kepada masyarakat antara lain penyelenggaraan pendidikan diploma 4, pengujian sampel dan analisisnya serta pemanfaatan fasilitas laboratorium. Selama tahun 2018, PSTA telah menerima pengujian sampel dari masyarakat sebanyak 773 kali. Sejumlah 2307 orang telah berkunjung ke fasilitas nuklir Yogyakarta, dan 30 kali memberikan layanan pengujian kesesuaian pesawat sinar X.

Kegiatan temu pelanggan ini diakui Edy Giri bukan menjadi satu-satunya cara untuk meningkatkan kualitas layanan dan meningkatkan jumlah pelanggan. “Sosialisasi dan promosi pemanfaatan Iptek nuklir untuk kesejahteraan perlu terus ditingkatkan. Menjalin kerja sama juga perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan aplikasi teknologi nuklir,” katanya,

Diakui, upaya meningkatan kualitas layanan PSTA dan STTN kepada masyarakat tidak terlepas dari berbagai hambatan. Hambatan yang dirasakan antara lain waktu pelayanan terbatas pada jam kerja dan kurangnya SDM. Selain itu beberapa personil yang memberikan layanan memiliki fungsi dan kedudukan rangkap sehingga kurang maksimal dalam memberikan layanan.

Selain upaya penambahan SDM untuk mengatasi hambatan yang ada, juga diperlukan perbaikan terhadap laboratorium agar kualitas layanan dapat meningkat. Dengan meningkatknya kualitas layanan BATAN kepada masyarakat diharapkan lebih banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan hasil litbang BATAN. Selain itu diharapkan jasa layanan PSTA dan STTN dapat dimanfaatkan lebih luas oleh seluruh lapisan masyarakat. Yang pada akhirnya dapat memberikan layanan terkait Iptek nuklir yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sebagai bentuk hilirisasi dari kegiatan litbang Iptek nuklir di Indonesia.

Deputi Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir (SATN), Efrizon Umar menyatakan, kegiatan penelitian yang dilakukan BATAN harus mengikuti perkembangan zaman. Kegiatan penelitian juga diharapkan berorientasi kepada kebutuhan pelanggan/masyarakat. “Kegiatan riset harus mengantisipasi adanya perubahan zaman yang dirasa sangat cepat. Selain itu, kegitan riset harus ada akhirnya sesuai dengan target yang telah ditetapkan”. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here